Musik Kolintang akan Dimainkan di Kantor Pusat UNESCO

  • 17 Sep 2026 20:27 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara, mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Dunia non-fisik) pada tanggal 5 Desember 2024.
  • Kementerian Kebudayaan RI menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Kolintang Nasional untuk memperingati pengakuan internasional ini.
  • Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia akan menampilkan Kolintang di Paris, Perancis pada periode 27 September - 2 Oktober 2026 atas undangan KBRI dan Kantor Pusat UNESCO.

RRI.CO.ID, Jakarta - Alat musik tradisional Kolintang dari Minahasa, Sulawesi Utara, pada tanggal 5 Desember 2024, telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH), yaitu menjadi Warisan Budaya Dunia yang non-fisik. Tanggal yang bersejarah ini kemudian ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan RI sebagai Hari Kolintang Nasional.

Berkenaan dengan pengakuan UNESCO tersebut pada tanggal 27 September - 2 Oktober 2026, Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia mendapatkan undangan dari KBRI dan Kantor Pusat UNESCO di Paris, Perancis untuk tampil menunjukkan kehebatan budaya musik Kolintang di Kota Menara Eiffel.

Adapun grup Kolintang yang berangkat mewakili Indonesia bernama Rhythm of Minahasa. Di Paris, Rhythm of Minahasa akan tampil khusus pada acara diplomat yang digelar oleh KBRI dan acara yang digelar khusus oleh UNESCO. Di samping itu Rhythm of Minahasa juga diundang oleh Wali Kota Paris untuk tampil di Place des Muguets, sebuah tempat terbuka yang menjadi sarana edukasi budaya untuk generasi muda.

Ketua Umum PINKAN, Penny Iriana Marsetio, pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, 17 September 2026, berharap Kolintang Goes to Paris ini bisa membuat Kolintang semakin dikenal oleh dunia internasional.

"Bahwa main di UNESCO, agar mereka tahu bagaimana permainan Kolintang sebenarnya," ujarnya kepada RRI Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Konferensi pers dalam rangka Kolintang Goes to Paris. (Foto : RRI/Erik Hamzah)

Sekretaris Dirjen Diplomasi Promosi dan Kerjasama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Undri berharap diakuinya Kolintang oleh UNESCO bisa menjadi langkah yang baik, untuk pelestarian alat musik tersebut dari generasi ke generasi berikutnya.

"Setelah diakui oleh UNESCO Kolintang ini, itu menjadi rel terpenting dalam kemajuan kebudayaan. Agar generasi berikutnya memahami dengan baik bagaimana Kolintang ini dan juga bisa diwariskan dari generasi ke generasi," ucapnya.

Ferdinand Soputan selaku Ketua Umum Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (IPKOLINDO) sekaligus pimpinan Rhythm of Minahasa mengatakan, ini merupakan penampilan perdana Kolintang di kantor pusat UNESCO, setelah UNESCO menetapkan Kolintang sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH).

"Kami sekarang latihan rutin untuk persiapan, dan kami berharap persembahan kami disana juga bisa membawa harum nama bangsa Indonesia," katanya.

Lagu-lagu yang dipersiapkan oleh Rhythm of Minahasa khusus dirancang untuk menunjukkan kemampuan para pemain kolintang Indonesia dalam memainkan segala jenis musik, mulai dari lagu-lagu nasional, lagu daerah, musik jazz hingga musik klasik seperti Alla Turca dengan alat musik kolintang.

Dengan adanya kesempatan untuk menunjukkan kehebatan musik kolintang, diharapkan mata dunia akan terbuka bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang memiliki budaya musik asli yang mampu bersanding dengan budaya musik jazz maupun musik Klasik Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....