KJRI New York dan Pola Raya Buka Peluang Arsitek Indonesia ke Pasar Global

  • 28 Agt 2026 17:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York bersama PT Pola Raya Studio membuka peluang baru bagi arsitek, desainer, dan perusahaan Indonesia untuk menembus pasar internasional. Kedua pihak menandatangani Letter of Intent (LOI) pada 5 Agustus 2026 sebagai langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang dalam mempromosikan arsitektur, kriya, desain, serta ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pameran atau forum bisnis. KJRI New York dan Pola Raya juga akan mengembangkan program business matching, presentasi karya, pertukaran pengetahuan, hingga pemanfaatan maket, diorama, dan teknologi digital untuk memperkenalkan potensi Indonesia kepada jejaring internasional.

Konsul Jenderal RI di New York Winanto Adi mengatakan Indonesia memiliki banyak talenta kreatif dengan kemampuan yang mampu bersaing di tingkat global. Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyediakan ruang agar karya-karya tersebut dapat dikenal dan dipahami oleh pasar internasional.

“Indonesia memiliki arsitek, perajin, desainer, dan perusahaan dengan kemampuan yang kuat. Yang dibutuhkan adalah ruang agar kemampuan tersebut dapat diperkenalkan dengan baik, dipahami, dan berkembang menjadi hubungan profesional serta bisnis yang nyata,” ujar Winanto dalam keterangan resmi, Jumat, 28 Agustus 2026.

Bagi Pola Raya, penandatanganan LOI ini menjadi titik awal ekspansi bisnis yang lebih besar. Perusahaan yang berdiri sejak 1982 di Munjul, Jakarta Timur, itu tengah menyiapkan pembukaan kantor di New York sekaligus menjajaki akuisisi perusahaan lokal di Amerika Serikat.

Kehadiran permanen di kota tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi arsitek, pengembang properti, dan perusahaan Indonesia untuk membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mitra global.

Direktur PT Pola Raya Studio, Mohamad Amin Ahlun Nazar, mengatakan banyak proyek Indonesia sebenarnya memiliki kualitas dan visi yang kuat. Namun, tantangan sering muncul ketika proyek tersebut harus dipresentasikan kepada investor atau calon mitra yang baru pertama kali mengenalnya.

“Proyek yang baik belum tentu langsung dipahami. Dalam pertemuan bisnis internasional, kita mungkin hanya memiliki waktu yang singkat untuk membuat seseorang memahami skala, nilai, dan alasan sebuah proyek layak diperhatikan,” kata Amin.

Melalui program yang akan dijalankan bersama KJRI New York, arsitek Indonesia akan memperoleh kesempatan mempresentasikan karya mereka secara langsung kepada developer, firma arsitektur, pemilik proyek, dan pelaku industri di Amerika Serikat. Tak hanya menampilkan hasil akhir berupa gambar desain, mereka juga akan memperkenalkan proses kreatif, penggunaan material, teknologi, hingga nilai budaya yang melatarbelakangi setiap karya.

Selain membuka ruang bagi para arsitek, kolaborasi ini juga diharapkan memperluas akses perusahaan properti Indonesia untuk bertemu investor, lembaga pembiayaan, family office, dan mitra strategis internasional. Pola Raya akan membantu perusahaan menyiapkan narasi proyek, maket, visualisasi, hingga model interaktif agar potensi proyek dapat dipahami dengan lebih mudah oleh calon mitra.

“Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa akses pertemuan tersebut tidak menjadi jaminan investasi, karena setiap keputusan tetap bergantung pada proses uji tuntas dan pertimbangan masing-masing investor,” ujarnya.

Pola Raya bukan nama baru di panggung internasional. Pada Hannover Messe 2023 di Jerman, maket Ibu Kota Nusantara (IKN) karya perusahaan tersebut digunakan Presiden Joko Widodo saat memaparkan proyek IKN kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz. Pengalaman itu menjadi salah satu pijakan bagi Pola Raya untuk memperluas kiprahnya di pasar global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....