BSMI Gelar Workshop Advanced Wound Healing Technique

  • 14 Agt 2026 21:08 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Bulan Sabit Merah Indonesia menyelenggarakan Workshop Advanced Wound Healing Technique di Kairo, Mesir pada 13 Agustus 2026.
  • Workshop dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Ketua MPA BSMI dan Guru Besar Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), menggelar Workshop Advanced Wound Healing Technique, di Kairo, Mesir, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan itu menghadirkan Ketua MPA BSMI, sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, sebagai narasumber.

Kegiatan itu diikuti 28 peserta yang melakukan registrasi. Peserta terdiri atas mahasiswa kedokteran asal Indonesia, yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar, serta dokter dari Palestina dan Mesir yang bekerja di Palestine Hospital, dan Al Zahra Hospital.

Prof Basuki mengatakan, teknik advanced wound healing sangat berguna, bagi tindakan perawatan luka dalam kondisi bencana. Atau kejadian yang menimbulkan banyak korban luka seperti di Gaza, Palestina.

Prof Basuki mengatakan, materi tidak hanya membahas teknik perawatan luka. Tetapi juga mencakup perkembangan ilmu regenerasi jaringan, tissue engineering, penggunaan material biologis, hingga pemantauan proses penyembuhan luka.

“Tujuan akhirnya adalah menghubungkan science dengan clinical practice, dari basic science to bedside application. Kita tidak hanya belajar mengenai teknik, tetapi juga memahami mengapa suatu teknik digunakan, dan bagaimana menerapkannya secara tepat,” ujar Prof. Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

Memasuki materi workshop, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi juga diarahkan pada aspek praktik dan aplikasi. Pembelajaran praktik dilakukan antara lain wound assessment and evaluation, penggunaan basic tools and materials, standard wound care techniques, advanced techniques in wound healing, biological materials for wound healing, serta aplikasi untuk memonitor perkembangan penyembuhan luka.

Menurut Prof. Basuki, pendekatan itu penting, karena kemampuan menangani luka, tidak cukup hanya dengan menguasai prosedur teknis. "Tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan melakukan asesmen, memahami kondisi biologis luka, memilih teknik dan material yang sesuai, serta mengevaluasi perkembangan penyembuhan secara sistematis," kata dia.

Prof. Basuki mengatakan, keterlibatan dokter dan mahasiswa kedokteran dari Mesir, Palestina, dan Indonesia juga memberikan ruang, bagi terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara. "Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman dokter dari Mesir, Palestina dan mahasiswa kedokteran Al Azhar dari Indonesia," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....