Perkembangan Euroskeptisisme Rumania Jadi Sorotan Seminar Pascasarjana USAHID

  • 27 Jun 2026 00:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinamika politik Eropa kembali menjadi perhatian kalangan akademisi. Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid (USAHID) Jakarta menggelar Seminar Komunikasi bertajuk "Perkembangan Euroskeptisisme (Populisme) di Rumania", Jumat 26 Juni 2026 Jam 16.00 WIB, di Kampus Pascasarjana USAHID, Sudirman Residence, Jakarta.

Seminar yang diinisiasi oleh Program Studi Doktoral Ilmu Komunikasi ini, menghadirkan Dr. Bambang Prihartadi, diplomat senior sekaligus alumnus Program Doktor Ilmu Komunikasi USAHID. Dalam pemaparannya, ia mengulas perkembangan gerakan euroskeptisisme di Rumania dari perspektif komunikasi politik, diplomasi, dan geopolitik Eropa.

Menurut Bambang, menguatnya euroskeptisisme di sejumlah negara Eropa tidak dapat dilepaskan dari perkembangan media digital, disinformasi, hingga meningkatnya narasi populisme yang memanfaatkan isu identitas, nasionalisme, dan ketidakpuasan publik terhadap elite politik.

"Persaingan narasi antara kelompok pro-Uni Eropa dan kelompok euroskeptis berlangsung sangat intens, terutama melalui media massa dan media sosial. Komunikasi politik menjadi instrumen utama dalam membentuk persepsi masyarakat," ujarnya.

Dalam kajiannya, Bambang menggunakan teori komunikasi politik Dan Nimmo yang melihat proses komunikasi melalui dimensi kognitif, afektif, dan konatif. Pendekatan tersebut dipadukan dengan konsep populisme dari Cas Mudde, Kurt Weyland, Ernesto Laclau, serta Benjamin Moffitt untuk menjelaskan bagaimana populisme berkembang sebagai ideologi, strategi politik, sekaligus gaya komunikasi.

Ia menjelaskan, pemerintah Rumania menghadapi tantangan besar berupa penyebaran disinformasi yang dimanfaatkan kelompok populis untuk memperkuat sentimen anti-Uni Eropa. Narasi yang banyak digunakan antara lain mengenai identitas nasional, agama, keluarga, kebebasan, hingga kedaulatan negara.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipresentasikan, sekitar 78 persen informan masih menunjukkan pandangan pro-Uni Eropa, sedangkan 22 persen lainnya memperlihatkan kecenderungan euroskeptis. Namun, ketika diwawancarai lebih mendalam, komposisi pandangan menjadi lebih beragam dengan sekitar 50 persen tetap mendukung Uni Eropa, sementara sisanya terbagi ke dalam kelompok skeptis, pendukung keluarnya Rumania dari Uni Eropa (Roexit), dan kelompok netral.

Menurut Bambang, temuan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap integrasi Eropa masih dominan, tetapi ruang bagi berkembangnya narasi populisme tetap terbuka apabila persoalan kesejahteraan masyarakat, kesenjangan ekonomi, serta rendahnya literasi digital tidak segera diatasi.

Dalam kerangka berpikir yang dipaparkan, komunikasi pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun masyarakat yang well-informed, sehingga mampu membedakan informasi yang faktual dengan disinformasi yang berkembang di ruang digital. Nilai-nilai pluralisme, demokrasi, supremasi hukum, solidaritas, dan hak asasi manusia menjadi fondasi yang perlu terus diperkuat dalam menghadapi meningkatnya populisme.

Pada bagian akhir seminar, Bambang menyampaikan sejumlah rekomendasi. Di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kerja sama Rumania-Uni Eropa, memperluas literasi media sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, memperkuat kerja sama Euro-Atlantik, serta menjaga stabilitas politik dan ekonomi kawasan.

Ia juga menilai bahwa komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses integrasi regional di tengah derasnya arus informasi digital dan kontestasi politik global.

Seminar yang terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum tersebut menjadi ruang diskusi mengenai hubungan antara komunikasi politik, media digital, dan dinamika geopolitik Eropa. Selain membahas perkembangan populisme di Rumania, forum akademik ini juga mendorong peserta memahami pentingnya literasi informasi sebagai bagian dari penguatan demokrasi di era digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....