Perluas Jaringan, GEKRAFS Bawa Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia ke Azerbaijan

  • 17 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memperluas jaringan internasional melalui penguatan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) dan pelaksanaan program Creative Economy Diplomatic Mission 2026 di Azerbaijan dan Kazakhstan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka akses pasar global bagi para kreator dan pelaku usaha kreatif nasional. Program diplomasi ekonomi kreatif itu akan berlangsung pada 19–22 Juni 2026 di Baku, Azerbaijan, dan Astana, Kazakhstan.

Dalam agenda tersebut, GEKRAFS akan melantik DPLN GEKRAFS Azerbaijan dan Kazakhstan serta menggelar berbagai kegiatan strategis, mulai dari Creative Expo, Creative Talkshow, hingga Business Matching yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring industri dan komunitas internasional.

Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian mengatakan misi tersebut merupakan langkah konkret untuk membawa potensi ekonomi kreatif Indonesia semakin dikenal di tingkat global.

“Creative Economy Diplomatic Mission kita harapkan bisa menjadi gerakan besar untuk Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia. Kita memiliki talenta, budaya, dan kreativitas luar biasa yang harus hadir dan bersaing di panggung global,” ujar Kawendra di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga ditopang oleh kekuatan ide, inovasi, serta karya kreatif anak bangsa. “Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia. Dengan kolaborasi lintas negara, kita ingin membuka akses lebih luas bagi kreator, pelaku UMKM, dan industri kreatif nasional untuk naik kelas,” katanya.

GEKRAFS menilai keberadaan DPLN di berbagai negara dapat menjadi penghubung strategis bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas kolaborasi, promosi, dan peluang bisnis di pasar internasional.

Ketua Koordinator DPLN GEKRAFS Osco Olfriady Letunggamu mengatakan DPLN dirancang sebagai pusat jejaring ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri.

“DPLN GEKRAFS hadir sebagai creative economy hub Indonesia di luar negeri. Fungsinya adalah membuka jejaring, mempertemukan peluang bisnis, memperkenalkan produk kreatif Indonesia, serta membangun kolaborasi antara kreator Indonesia dengan pasar global,” ujar Osco.

Menurut dia, pelantikan DPLN Azerbaijan dan Kazakhstan menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi budaya dan ekonomi melalui karya kreatif Indonesia. “Kami ingin diaspora Indonesia dan jaringan internasional ikut menjadi bagian dalam membawa kreativitas Indonesia semakin mendunia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) GEKRAFS Arifin Ihsan Rismansyah menilai penguatan struktur organisasi hingga tingkat internasional merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Ekspansi DPLN merupakan bagian dari komitmen GEKRAFS membangun ekosistem yang kuat. Dengan jaringan global, pelaku kreatif Indonesia memiliki ruang lebih besar untuk bertukar pengetahuan, membangun kerja sama, dan memperluas pasar,” ujarnya.

Rangkaian Creative Economy Diplomatic Mission 2026 juga akan menghadirkan Creative Expo sebagai sarana promosi karya kreatif Indonesia, Creative Talkshow sebagai forum pertukaran gagasan, serta Business Matching untuk membuka peluang kerja sama bisnis lintas negara.

Program tersebut didukung oleh Bank BNI sebagai official collaborator, serta Telkomsel, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Azerbaijan, dan KBRI Kazakhstan. Melalui misi diplomasi kreatif tersebut, GEKRAFS berharap Indonesia semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi kreatif dunia dengan membawa kreativitas lokal menuju panggung global.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....