ASPEK Indonesia Kunjungi Kantor Pusat UNI Global Union di Jenewa

  • 04 Jun 2026 18:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Tidak banyak organisasi serikat pekerja di Indonesia, yang memiliki jejak hubungan internasional sejak awal kelahirannya. ASPEK Indonesia adalah salah satunya.

Lebih dari dua dekade setelah berdiri pada masa Reformasi 1999, organisasi itu kembali meneguhkan hubungan historis tersebut. Yakni melalui kunjungan resmi Presiden dan Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, Swiss.

Kunjungan yang dilakukan di sela-sela pelaksanaan International Labour Conference (ILC) ke-114, Rabu, 3 Juni 2026, jadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan. Sekaligus memperluas kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan baru, yang sedang mengubah lanskap dunia kerja global.

Delegasi ASPEK Indonesia diterima langsung oleh General Secretary UNI Global Union, Christy Hoffman, didampingi Michalla Lafferty dan Joanna Katsoulas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat solidaritas, mencerminkan kesamaan komitmen dalam memperjuangkan pekerjaan yang layak, perlindungan pekerja, serta penguatan organisasi serikat pekerja di berbagai sektor.

Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, menyatakan tantangan yang dihadapi pekerja saat ini semakin bersifat global. Persoalan yang muncul di satu negara, sering kali merupakan bagian dari perubahan, yang terjadi di tingkat internasional.

"Banyak tantangan yang dihadapi pekerja Indonesia hari ini, sesungguhnya merupakan bagian dari perubahan global. Karena itu, membangun hubungan yang kuat dengan organisasi pekerja internasional bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Yang terpenting adalah bagaimana jejaring tersebut, dapat memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Rusdi, kehadiran ASPEK Indonesia di kantor pusat UNI Global Union, menunjukkan suara pekerja Indonesia semakin menjadi bagian dari percakapan global, mengenai masa depan dunia kerja. "Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, organisasi pekerja dituntut tidak hanya memperjuangkan kepentingan anggotanya hari ini, tetapi juga menyiapkan jawaban atas tantangan masa depan," kata Rusdi.

Ia menjelaskan, dari perspektif sejarah organisasi, perjalanan tersebut mencerminkan sebuah kesinambungan yang menarik. "Jika pada tahun 1999 ASPEK Indonesia lahir dengan dukungan solidaritas internasional, maka lebih dari dua dekade kemudian, organisasi ini hadir di Jenewa sebagai mitra yang aktif, dalam jaringan gerakan pekerja global," katanya.

"Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan hubungan yang terus dirawat, diperkuat, dan diwujudkan dalam kerja sama nyata. Bagi ASPEK Indonesia, setiap kolaborasi internasional harus bermuara pada satu tujuan, yakni memperkuat perlindungan, meningkatkan kesejahteraan, dan memperluas harapan bagi pekerja Indonesia, di tengah dunia kerja yang terus berubah," tambahnya.

Bagi ASPEK Indonesia, lanjut Rusdi, kunjungan di Jenewa memiliki makna, yang lebih dari sekadar pertemuan kelembagaan. UNI Global Union bukanlah organisasi yang asing, dalam perjalanan ASPEK Indonesia. UNI Global Union merupakan induk afiliasi internasional ASPEK Indonesia. Hubungan tersebut memiliki akar sejarah yang kuat.

Kelahiran ASPEK Indonesia pada tahun 1999, tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan inisiatif gerakan serikat pekerja internasional, melalui UNI Asia Pacific. Karena itu, kunjungan ke kantor pusat UNI Global Union di Jenewa, tidak hanya menjadi agenda organisasi biasa. "Kunjungan ini sekaligus menjadi refleksi, atas perjalanan panjang ASPEK Indonesia selama lebih dari dua dekade," ucapnya.

Dalam pertemuan itu, ASPEK Indonesia dan UNI Global Union menegaskan komitmen bersama, untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, dan memperkuat perlindungan sosial. Serta meningkatkan kapasitas organisasi serikat pekerja, sebagai salah satu pilar penting, dalam mewujudkan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....