Melihat Tradisi Idul Adha di Berbagai Negara, Dari Pakistan Hingga Kanada
- 26 Mei 2026 19:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Raya Idul Adha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban. Di berbagai negara, momen ini juga dirayakan dengan tradisi khas yang mencerminkan budaya lokal masyarakat Muslim setempat. Mulai dari menghias hewan kurban di Pakistan hingga festival budaya di Maroko, setiap negara memiliki cara unik dalam menyambut hari besar umat Islam tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa, 26 Mei 2026, di Pakistan, masyarakat memiliki tradisi memandikan hewan kurban sebelum disembelih. Hewan-hewan tersebut juga dihias menggunakan pita warna-warni dan rangkaian bunga sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan kurban. Perayaan Idul Adha di negara ini bahkan berlangsung hingga empat hari dan kerap lebih meriah dibanding Idul Fitri.
Sementara itu di Maroko, Idul Adha terasa seperti festival budaya besar. Selain menyajikan makanan khas seperti Mrouzia dan Boulfaf, masyarakat juga menggelar tradisi Boujloud, yakni pawai dengan mengenakan kostum menyerupai kambing atau domba. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus warisan budaya yang terus dipertahankan hingga kini.
Berbeda lagi dengan Bangladesh. Jika di Indonesia tradisi mudik identik dengan Idul Fitri, masyarakat Bangladesh justru menjadikan Idul Adha sebagai momentum pulang kampung. Selama tiga hari perayaan, keluarga besar berkumpul untuk menikmati hidangan kurban bersama.
Di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, hewan kurban yang umum digunakan adalah unta. Pemerintah kerajaan juga diketahui mendistribusikan daging kurban ke berbagai negara di Afrika dan Asia sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Perayaan Idul Adha di Singapura juga memiliki warna tersendiri. Menjelang hari raya, kawasan Kampong Glam dan Geylang Serai dipenuhi bazar yang menjual aneka kebutuhan kuliner dan perlengkapan khas Lebaran. Suasana ini menjadikan Idul Adha tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat.
Sementara di negara-negara Barat seperti Kanada, komunitas Muslim biasanya menggelar salat Id berjamaah di taman kota atau pusat komunitas. Setelah itu, warga berkumpul dalam festival makanan dan kegiatan keluarga yang melibatkan masyarakat lintas budaya. Tradisi ini menunjukkan bagaimana Idul Adha menjadi sarana mempererat toleransi dan keberagaman di negara multikultural.
Meski tradisinya berbeda-beda, semangat Idul Adha tetap sama, yakni berbagi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Perbedaan budaya justru menjadikan perayaan hari raya kurban di berbagai belahan dunia semakin kaya dan menarik untuk dikenali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....