Rano Ciptakan Kolaborasi Seni Publik melalui Leadership Exchange Programme

  • 14 Mei 2026 16:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah menuju Kota Global melalui kolaborasi budaya internasional bersama Milan melalui program Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan. Program tersebut difokuskan pada pengembangan seni publik, aktivasi ruang kota, dan kolaborasi kreatif berbasis komunitas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri langsung pelaksanaan Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang berlangsung di Museo delle Culture atau MUDEC pada 9–16 Mei 2026. Program tersebut difasilitasi oleh World Cities Culture Forum sebagai bagian dari jejaring pertukaran antarkota dunia di bidang budaya.

Kegiatan tersebut dihadiri Isabella Valentini dari World Cities Culture Forum, Marina Pugliese dari Pemerintah Kota Milan, serta delegasi dan komunitas budaya dari Jakarta maupun Milan. Delegasi Jakarta turut didampingi Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Ketua Jakarta Mural Community Mochammad Shabar Untung, dan Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 sekaligus Gudskul.

Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang terpilih mengikuti Leadership Exchange Programme dengan mengusung tema “Public Art and Co-Creation”. Tema tersebut menekankan pengembangan seni publik berbasis komunitas melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, dan masyarakat.

Delegasi Jakarta juga mempelajari berbagai praktik pengelolaan museum, seni publik, dan aktivasi ruang kota di Milan yang dinilai berhasil menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Rano mengatakan, Jakarta ingin belajar dari kota-kota dunia yang mampu menempatkan seni dan budaya sebagai elemen penting dalam pembangunan kota modern. Menurut dia, kota global tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas ruang publik dan keterlibatan masyarakat dalam kehidupan budaya.

“Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta. Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya,” ujar Rano.

Selain pertukaran pengetahuan, program tersebut juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta. Proyek tersebut direncanakan melibatkan seniman lokal Jakarta bersama mitra dan praktisi budaya dari Milan melalui proses kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas komunitas.

Sebagai tindak lanjut program, seniman dan praktisi budaya dari Milan dijadwalkan datang ke Jakarta pada 18–24 Juli 2026 dalam rangkaian Leadership Exchange Programme Jakarta. Agenda tersebut akan diisi dengan lokakarya, diskusi kreatif, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan karya instalasi seni publik bersama seniman Jakarta.

“Pemprov DKI Jakarta memandang seni publik bukan sekadar elemen estetika kota, tetapi juga bagian penting dalam membangun ruang interaksi masyarakat, memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik wisata, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurut Rano, keberadaan karya seni di ruang publik dapat membuat kota terasa lebih hidup, humanis, dan dekat dengan warganya. Karena itu, Jakarta ingin memperluas ruang kolaborasi budaya agar identitas kota semakin kuat di tengah transformasi menuju kota global.

Dalam kesempatan tersebut, Rano juga melakukan diskusi strategis bersama Isabella Valentini terkait penguatan kolaborasi budaya internasional dan peluang pengembangan kerja sama kota kreatif antara Jakarta dengan jejaring kota dunia. Kolaborasi itu diharapkan mampu menghadirkan ruang publik Jakarta yang lebih inklusif, kreatif, serta tetap berakar pada karakter dan budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....