ITPC Milan Perkuat Ekspansi Produk Furnitur Indonesia di Pasar Eropa
- 12 Mei 2026 22:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi furnitur nasional di pasar Eropa. Bersinergi dengan Italian Chamber of Commerce for South East Asia (CCISEA), ITPC Milan menggelar kegiatan Post-Event Coffee Break Salone del Mobile 2026 pada 29 April lalu. Acara ini bertujuan untuk menindaklanjuti ketertarikan para pembeli internasional pascapameran desain bergengsi dunia yang berlangsung di Milan tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan gerbang penting bagi ekspansi produk lokal ke pasar global. "Kegiatan post-event difokuskan untuk menjaga momentum bisnis pascapameran sekaligus mendorong realisasi transaksi ekspor yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi dari Jakarta. Ia menegaskan bahwa produk furnitur Indonesia saat ini sudah sangat siap memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh konsumen di wilayah Eropa.
Kepala ITPC Milan, Seno Pratomo, menjelaskan bahwa ajang ini memamerkan kembali produk hasil kurasi dari jenama besar seperti Vivere, Bika Living x DuAnyam, dan Box Living. Selain itu, hadir pula karya inovatif dari studio desain muda seperti Mergrath Design dan Studio Banda yang mengeksplorasi biomaterial berbasis limbah kopi. "Kami ingin menunjukkan bahwa produk Indonesia tidak hanya kompetitif secara estetika, tetapi juga mengusung nilai keberlanjutan yang relevan dengan tren dunia," ungkap Seno.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi bertajuk “Beyond Making” yang membedah filosofi kreatif di balik desain furnitur Nusantara. Para narasumber dari Indonesia Design District (IDD) dan Domisilium Studio memaparkan kesiapan ekosistem lokal dalam memadukan kemewahan dengan kearifan lokal. Diskusi ini dihadiri oleh 35 pelaku industri kreatif Italia yang antusias mendalami proses produksi serta perancangan produk-produk yang ditampilkan selama pameran berlangsung.
Respons positif datang dari mitra lokal Italia, Gregorio Magazzi dari Bonacina Italia, yang mengagumi kualitas material produk Indonesia. Menurutnya, kreativitas desainer Indonesia membuka peluang kerja sama yang luas dengan seniman dan perusahaan di Italia. Pendekatan diplomasi hospitality juga dilakukan dengan menyuguhkan kopi Wonogiri serta kudapan tradisional seperti klepon dan wingko. Perpaduan promosi furnitur dan kuliner ini dinilai efektif dalam memperkuat citra budaya Indonesia di mata masyarakat Eropa.
Selain memperkuat jejaring, Seno Pratomo memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan datang. Ia mengundang para pembeli dan distributor di Italia untuk datang langsung ke Indonesia guna menjajaki peluang kerja sama bisnis lebih lanjut. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif diharapkan dapat terus memacu pertumbuhan angka ekspor nonmigas, khususnya pada sektor furnitur dan kerajinan.
Melalui keberhasilan rangkaian acara di Milan ini, furnitur Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai pemain utama di industri desain internasional. Komitmen untuk mengedepankan ekonomi sirkular dan material ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang sangat dihargai di pasar internasional. Dengan tindak lanjut yang konsisten, karya-karya anak bangsa diprediksi akan semakin banyak menghiasi hunian dan ruang publik di berbagai negara di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....