Master Bagasi, Dorong Gerakan Nusantara Wave ke Panggung Global

  • 15 Mei 2025 06:56 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Master Bagasi, cross border e-commerce pertama di Indonesia, siap mendorong perluasan jangkauan budaya, dan potensi ekonomi kreatif Indonesia, ke pasar global. Hal itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka.

Target itu diwujudkan melalui Nusantara Wave, yaitu sebuah gerakan strategis untuk memperkuat identitas bangsa. Yakni dengan menyebarkan kekayaan budaya ke dunia, melalui produk, cerita, dan inovasi yang mempresentasikan Nusantara, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi Master Bagasi dengan KJRI di Osaka, ditandai dengan audiensi yang berlangsung pada Minggu (4/5/2025) lalu. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut, dari audiensi dengan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, Didit Akhdiat Suryo.

Amir Hamzah selaku Founder sekaligus CEO Master Bagasi, menekankan kolaborasi strategis ini, menjadi bentuk komitmen Master Bagasi, untuk mempertahankan serta memperluas Nusantara Wave, sehingga budaya dan potensi ekonomi Indonesia dapat mengglobal.

“Kami bukan hanya sekedar bisnis, tetapi juga sebagai wadah, untuk membawa budaya Indonesia ke mata dunia,” ujar Hamzah dalam keterangan tertulis, Rabu (14/5/2025).

Dody selaku Konsul Jenderal Republik Indonesia di Osaka, mengungkapkan apresiasinya terhadap Nusantara Wave, yang diperkenalkan oleh Master Bagasi, melalui Bentala Project.

“Gerakan Nusantara Wave ini memiliki positioning yang kuat, untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui produk, cerita, dan inovasi,” kata Dody.

Dalam pemaparan visinya, tim Bentala menyampaikan, Indonesia memiliki potensi besar sebagai kekuatan budaya global, namun masih kurang memiliki satu narasi kuat, sebagai soft power. Bentala Project hadir, membawa misi “Indonesian Products and Talents for the Global Market.”

“Misi ini kami perkenalkan dengan tiga pilar utama: kolaborasi diaspora dan instansi dalam-luar negeri, platform inklusif bagi talenta dan produk lokal, dan penguatan positioning budaya dan inovasi Indonesia di pasar dunia,” kata Enzelia, selaku Head of Bentala Project.

Dalam pertemuan ini, Master Bagasi juga memperkenalkan, dan mendemonstrasikan Aplikasi Master Bagasi yang telah menjangkau lebih dari 90 negara, dan 500 brand Indonesia. Dalam diskusi, Andi Camelia selaku Deputy Chief KJRI di Osaka, turut menyampaikan dukungan serta masukan penting, terkait regulasi ekspor-impor di Jepang.

Menanggapi hal ini, Enzelia menegaskan, Master Bagasi bukan distributor komersial, melainkan platform cross border e-commerce, yang menyediakan produk lokal Indonesia untuk kebutuhan diaspora. Selain itu, Master Bagasi juga akan terus memperkuat edukasi pengguna, terkait regulasi pengiriman barang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....