Kevin Wu Pertanyakan Langkah Antisipatif Pemprov DKI Cegah Kebakaran
- 04 Mei 2026 19:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebuah ruko dua lantai dan satu rumah dilahap si jago merah, pada hari Minggu, 3 Mei 2026 dini hari, di kawasan Pasar Nangka, Tegal Alur, Jakarta Barat. Ini merupakan kebakaran kesekian kalinya yang terjadi di Jakbar, dalam waktu berdekatan.
Saat ini, pihak berwajib terus mendalami kebakaran tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah kepada korsleting kipas angin, sebagai penyebab terjadinya insiden tersebut. Hal itu mendapat sorotan dari Anggota Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta, dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu.
“Berulangkali kebakaran terjadi di Jakarta, terutama Jakarta Barat, korsleting listrik selalu menjadi kambing hitam. Lantas, bagaimana langkah antisipatif Gubernur DKI, yaitu Mas Pram, beserta jajaran untuk menghadapinya, agar masyarakat tidak terus menerus menjadi korban,” ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.
“Kini, kebakaran telah menjadi masalah endemik di Jakarta Barat. Dan Pemprov DKI belum dapat mengatasinya. Bahkan, ketika persoalan ini terulang dalam waktu berdekatan, dapat dikatakan Pemprov DKI gagal menghadapinya,” tambahnya.
Adapun kebakaran 2 bangunan di Tegal Alur itu, terjadi tidak lama setelah kebakaran di Apartemen Mediterania Garden Residences, pada hari Kamis, 30 April 2026 lalu.
Kevin mendesak agar Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penanganan kebakaran di Jakbar. “Perlu ada evaluasi menyeluruh dalam menangani kebakaran di Jakarta Barat. Kondisinya ini sudah sangat genting,” katanya.
“Program 1 RT 1 APAR sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi. Kemudian, bagaimana efektivitas Satgas Jaga Jakarta, sebagai garda terdepan di masyarakat dalam menghadapi persoalan ini. Dan tentu Dinas Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) dalam mengecek kondisi bangunan, khususnya alat-alat pemadam kebakaran dan sistem kelistrikannya,” katanya.
Selain itu, Kevin juga mendesak adanya evaluasi tata ruang, yang selama ini menjadikan Jakbar rentan terhadap kebakaran. “Tata ruang dan desain bangunan, khususnya di kawasan-kawasan permukiman juga perlu diperhatikan. Selama ini, kobaran api mudah menjalar, dan menjadi lebih besar karena kondisi satu bangunan ke bangunan lainnya yang berdempetan satu sama lain,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....