M Thamrin: Musibah Bantar Gebang, Teguran Keras Penanganan Sampah
- 15 Mar 2026 21:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Musibah longsor yang terjadi di TPA Bantargebang, yang merengut korban jiwa sebanyak 7 orang, menjadi teguran keras atas keseriusan pemprov DKI Jakarta, dalam penanganan sampah jangka Panjang. Hal itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin.
“Ketergantungan penanganan sampah Jakarta, pada metode Controlled Landfill (penimbunan terkontrol) menyebabkan bencana. Hanya tinggal menunggu waktu saja,” ujar pria yang akrab disapa Kyai Thamrin itu, Minggu, 15 Maret 2026.
Bahkan menurut Thamrin, produksi sampah harian Jakarta cenderung terus meningkat, mencapai 8.400 ton per hari. Sementara curah hujan tinggi, dan angin kencang yang sering melanda wilayah Jabodetabek. “Ini yang menyebabkan berbagai bentuk timbunan menjadi rawan longsor,” katanya.
Politisi PKS itu menilai, Jakarta selama ini kurang serius, dalam menyiapkan rencana pengelolaan sampah dalam jangka panjang. Terbukti sampai saat ini, Jakarta belum memiliki Blue Print pengelolaan sampah jangka panjang, termasuk dalam penggunaan teknologi tinggi, untuk mempercepat penanganan sampah.
Pemprov DKI Jakarta baru memiliki peta jalan (road map), dan itupun baru dibuat (2025-2026), dan hanya untuk jangka waktu satu tahun. “Padahal masalah sampah ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun,” katanya.
Ia menyatakan, rencana penggunaan teknologi tinggi untuk penanganan sampah, sejak dulu tidak jelas dan berganti-ganti. Dari rencana penggunaan Intermediate Treatment Facility (ITF) di beberapa tempat, dan menghasilkan energy, berubah menjadi penggunaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Selain itu, pembangunan RDF pun masih berjalan sangat lambat, dan baru ada di Rorotan serta Bantargebang. Padahal dengan produksi sampah yang tinggi, dan budaya pengolahan sampah di hulu yang masih kurang.
“Jakarta membutuhkan rencana jangka panjang yang jelas dalam pengelolaan sampah. Rencana jangka menengah dan panjang, yang membuat target-target pengurangan timbunan sampah yang terukur, disertai penggunaan teknologi dan anggaran yang dibutuhkan,” kata Thamrin.
Ia juga menyatakan turut berduka cita, pada korban yang meninggal dunia, dan keprihatinan pada korban yang terluka. “Saya berharap Pemprov DKI Jakarta, memberikan perhatian yang maksimal pada keluarga korban, terutama yang berasal dari petugas pengangkut sampah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....