Ribuan Anak di NTT Masih Kesulitan Calistung, PKG BK Didorong Perkuat Pendampingan

  • 30 Sep 2026 19:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Nusa Tenggara Timur — Penguatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai penting untuk memastikan murid memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan dan potensinya.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) Bimbingan dan Konseling bagi Guru Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati; Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali; perwakilan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten; Kepala BGTK NTT; tim pembelajaran, kesejahteraan, dan penghargaan; fasilitator nasional dan daerah; serta para guru peserta.

Lebih dari 7.000 Anak Mengalami Kesulitan Calistung

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Daya mengungkapkan, lebih dari 7.000 anak kelas IV hingga IX di wilayahnya belum lancar membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Data tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran dan pendampingan. Kesulitan belajar perlu ditangani dengan mempertimbangkan faktor akademik, keluarga, lingkungan sosial, sekolah, dan kondisi geografis.

BK Berperan dalam Pendampingan Murid

Melalui PKG BK, guru diperkuat untuk memahami bahwa layanan BK tidak hanya ditujukan bagi murid yang bermasalah. BK membantu murid mengenali diri dan potensinya, mengatasi hambatan belajar, membangun karakter, serta merencanakan masa depan.

Peran ini penting di wilayah 3T yang menghadapi tantangan geografis, keterbatasan akses layanan, distribusi guru, serta keragaman kondisi sosial dan ekonomi. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan murid, memberikan pendampingan, berkolaborasi dengan orang tua dan sekolah, serta menentukan tindak lanjut yang tepat.

Penguatan Kompetensi Guru

PKG BK di NTT menegaskan bahwa pemerataan akses harus diikuti pemerataan kualitas layanan pendidikan. Guru sebagai pihak yang paling dekat dengan murid perlu memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan menangani kesulitan belajar sejak dini.

Pengetahuan dan praktik yang diperoleh melalui program ini diharapkan diterapkan di sekolah dan dibagikan kepada guru lain agar menjangkau lebih banyak murid. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan sesuai kebutuhan murid di wilayah 3T.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BGTK, sekolah, fasilitator, dan masyarakat diperlukan agar persoalan calistung dapat ditangani secara terarah dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....