Menhut: September Jadi Ladang Perjuangan, Karhutla Harus Ditangani Bersama

  • 02 Sep 2026 19:34 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • September ditetapkan sebagai periode puncak kebakaran hutan dan lahan yang memerlukan penanganan intensif dan pengawasan ketat.
  • Menteri Kehutanan Raja Antoni mengajak seluruh pihak untuk tetap waspada dan berkolaborasi dalam mengatasi persoalan karhutla.
  • Pernyataan ini disampaikan setelah peninjauan langsung lokasi kebakaran hutan di Jambi pada Rabu, 2 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Antoni, mengatakan September menjadi periode penting, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia meminta seluruh pihak tetap waspada, dan bersama-sama mengatasi persoalan karhutla.

“Namun sekali lagi harus dijaga secara baik. Karena puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” ujar Menhut Raja Antoni usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu, 2 September 2026.

Menhut mengatakan, perkembangan karhutla di sejumlah daerah masih membutuhkan perhatian. Dia menyebut, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali menunjukkan peningkatan hotspot, sehingga menjadi prioritas utama penanganan karhutla secara nasional.

Menhut telah melakukan pemantauan udara kondisi karhutla Jambi, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, TNI dan Polri.

Raja Antoni menekankan pentingnya menjaga kondisi di Jambi, meski trennya relatif baik. Menurutnya, penambahan hotspot tetap perlu diikuti dengan pengecekan, untuk memastikan apakah titik itu merupakan fire spot.

“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspotnya 0. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spotnya dicek kembali tadi, saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke,” kata Menhut Raja Antoni.

Ia mengatakan, kondisi itu menunjukkan pentingnya kewaspadaan selama September. Dia meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam penanganan karhutla. “Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....