Wihaji Gandeng APKLI-P Perkuat Ekonomi Keluarga
- 24 Agt 2026 16:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Wihaji menggandeng Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan atau APKLI-P untuk memperkuat ekonomi keluarga. Sinergi itu dibahas saat Wihaji menerima audiensi pengurus Musyawarah Nasional Keenam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan di Jakarta.
Wihaji menilai keluarga punya posisi penting dalam pembangunan Indonesia. Menurut dia, keluarga yang kuat secara ekonomi akan membantu membangun masyarakat yang lebih tangguh.
"Kita ingin membangun sinergi dan kolaborasi dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, sejahtera, dan bahagia," kata Wihaji pada pertemuan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 itu.
Seperti dimuat dalam keterangan tertulis yang dikirim APKLI -P ke redaksi RRI Jakarta, Wihaji mengatakan, pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Karena itu, pemberdayaan pelaku usaha rakyat perlu dilakukan melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan Ali Mahsun mengapresiasi perhatian Wihaji terhadap pelaku ekonomi rakyat. Ia berharap kerja sama dengan pemerintah dapat membuka lebih banyak dukungan bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ali juga mengusulkan agenda Modal Usaha Produktif dan Pendampingan untuk membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonominya. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pendapatan sekaligus ketahanan ekonomi keluarga.
"Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan menjadi sebuah keniscayaan," ucap Ali.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi. Penguatan ekonomi keluarga menjadi salah satu bagian penting agar pertumbuhan jumlah penduduk usia produktif dapat diikuti dengan peningkatan kesejahteraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....