Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Kota Cerdas
- 13 Agt 2026 22:02 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Dr. Safrizal ZA, M.Si., dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu 12 Agustus 2026.
Bagian dari rangkaian IISMEX 2026 yang mempertemukan pemerintah pusat-daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra internasional.
Menurut Safrizal, pengelolaan sampah adalah tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian penting agenda Smart City. Kota cerdas, katanya, bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan kemampuan pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan penanganan sampah harus terpadu dari hulu ke hilir. Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat — pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemilahan sejak dari sumber. Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.
"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.
Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu.
Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.
"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelasnya, seraya mendorong keterlibatan dunia usaha dalam teknologi dan investasi, dengan pemda memastikan kesiapan tata kelola.
Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.
Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama. "Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut."
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kota yang memiliki teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menggunakan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....