Lindungi Populasi dan Habitat Gajah, Menhut Perkuat Strategi Konservasi

  • 12 Agt 2026 22:24 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera untuk memperkuat perlindungan populasi dan habitat satwa tersebut.
  • Peluncuran SRAK dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kantor Kemenhut Jakarta pada 12 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut), meluncurkan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera. SRAK Gajah Sumatera menjadi bagian, dari upaya memperkuat perlindungan populasi dan habitat satwa karismatik itu.

Peluncuran itu dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni, di Kantor Kemenhut, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Momen itu bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia.

Menhut Raja Antoni mengatakan, SRAK harus menjadi pedoman yang benar-benar dijalankan, untuk perlindungan Gajah Sumatera, bukan hanya berhenti sebagai dokumen. Raja Antoni mengatakan, konservasi gajah tidak hanya membutuhkan pendekatan rasional, tetapi juga kepedulian terhadap makhluk hidup.

“Kita bareng-bareng kawal nih, supaya dia tidak menjadi dokumen yang hanya bersifat teoritis, tapi ini executable ya. Bisa dieksekusi di bawah, konsisten, istiqomah ya, untuk menjalankan strategi ini. Terus kita bekerjasama demi memperbaiki populasi ini, populasi dan habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan,” ujar Menhut Raja Antoni.

Menurut Menhut, tantangan konservasi gajah semakin berat. Dari sebelumnya terdapat sekitar 42 kantong gajah, kini jumlahnya disebut tinggal 21 kantong. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat rencana aksi konservasi, yang tertuang dalam dokumen SRAK.

Menhut Raja Antoni juga menyebut, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang konkret dalam konservasi, terutama terhadap populasi dan habitat Gajah Sumatera. Hal itu dibuktikan dengan dimulainya project PECI (Peusangan Elephant Conservation Initiative) di Aceh, dan terbitnya Inpres 8/2026, tentang Percepatan Perlindungan dan Penyelamatan Populasi serta Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan.

“Bapak Presiden Prabowo punya pesan yang sama dengan kita, saya merasa sangat konkret sekali terutama untuk gajah ini ya. Pertama ada inisiatif di Pesangan Aceh ya, yang sudah berjalan dengan teman-teman WWF luar biasa. Kemudian dalam perjalanannya kita minta Inpres, terbit Inpres ini, beliau sangat mendukung,” kata Raja Antoni.

Di Way Kambas, pemerintah juga mendorong penguatan upaya koeksistensi manusia dan gajah. Salah satunya melalui pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer, untuk mengurangi konflik, yang selama ini menimbulkan kerusakan sawah dan perkebunan, hingga korban jiwa.

Menhut Raja Antoni menegaskan, keberhasilan SRAK membutuhkan kerja sama pemerintah, masyarakat, korporasi, NGO, dan para pegiat konservasi. Ia berharap implementasi SRAK dapat memperbaiki populasi, sekaligus habitat Gajah Sumatera, dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang, memperkuat konservasi satwa di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....