‘Ecology Before Tourism’, Menhut Tegaskan Arah Baru Pengelolaan Taman Nasional
- 30 Apr 2026 08:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat upaya revitalisasi taman nasional, melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas telah melakukan pertemuan untuk merumuskan langkah konkret, dalam memperbaiki tata kelola Taman Nasional di Indonesia, menjadi kelas dunia.
“Ide besarnya adalah bagaimana kita secara bersama-sama, tentu dengan masyarakat juga. Dengan aksi yang konkret, bisa membuat taman nasional kita menjadi Taman Nasional yang baik,” ujar Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dalam pertemuan bersama NGO, di Kantor Kemenhut, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto, telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026, tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional, pada tanggal 16 April 2026. Satgas itu diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni, dan Wakil Ketua Bidang Investasi Mari Elka Pangestu.
Menhut mengatakan, 13 Taman Nasional akan dijadikan proyek percontohan (pilot project), untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia, melalui skema pembiayaan inovatif. Ia menegaskan, pengelolaan Taman Nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting, dalam ekosistem perlindungan hutan.
“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita, tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” katanya.
Raja Juli Antoni juga menekankan pendekatan ecology before tourism, dalam pengelolaan kawasan konservasi. Satgas itu bukan untuk mengkomersialkan Taman Nasional, melainkan memprioritaskan kelestarian ekologi.
“Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam. Sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan, yang memberdayakan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas, menyatakan kehadirannya untuk mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto, dalam menjalankan tugas, salah satunya terkait pengelolaan Taman Nasional. Ia mengatakan, pengembangan Taman Nasional bukan hanya dilakukan pemerintah, namun seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah. Sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi, dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia. Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia,” ucap Hashim.
Berikut daftar 13 Taman Nasional prioritas berdasarkan kategorinya:
Mountain Ecosystem (Bromo Tengger Semeru, Rinjani dan Lorentz), Marine Ecosystem ( Wakatobi, dan Komodo), Iconic Species and High Carbon Value (Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas), Lowland/Upland Ecosystem (Sebangau, Gunung Leuser), Karst Ecosystem (Manusela), Community Participation and access (Mutis Timau dan Memberamo Foja).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....