Kayu Jati Bekas Disulap Jadi Produk Kriya Bernilai Tinggi

  • 16 Apr 2026 07:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi inovasi pengolahan kayu jati bekas menjadi produk kriya bernilai tinggi yang dilakukan Seken Living di Yogyakarta. Praktik ini dinilai sebagai contoh konkret pengembangan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan.

Seken Living merupakan jenama kriya lokal yang berdiri sejak 2014 dan fokus mengolah kayu bekas. Melalui pendekatan desain berkelanjutan, kayu bekas diolah menjadi produk estetis dan fungsional yang memiliki nilai ekonomi.



Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melakukan visitasi ke Workshop Seken Living yang mengembangkan desain berkelanjutan berbasis kayu jati, Yogyakarta, Selasa. 14 April 2026. (Foto: Biro Komunikasi

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Menurut Irene, inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah dapat diubah menjadi produk berkualitas global. Selain itu, model bisnis ini juga mampu memberdayakan perajin lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.

"Seken Living adalah contoh nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujar Irene Umar saat visitasi ke Workshop Seken Living yang mengembangkan desain berkelanjutan berbasis kayu jati, Yogyakarta, Selasa. 14 April 2026.

Pemerintah, kata Irene, berkomitmen untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif yang mengusung konsep keberlanjutan. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi pembiayaan hingga akses pasar internasional.

"Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional," ucapnya. Ia menilai produk berbasis sustainability kini semakin diminati di berbagai negara.

Seken Living sendiri mengembangkan berbagai lini usaha yang terintegrasi, yakni Showroom Furnitur kayu daur ulang yang terintegrasi dengan kafe Nest Coffee & Donuts, konsep mindful eating di Sabin Cafe, bangunan daur ulang Uma Accommodation, kurasi dekorasi rustic pada Toko Online, hingga resto bar futuristik untuk acara privat pada Stairs at Prawirotaman.

Pendiri Seken Living, Ferryal, menyambut positif dukungan pemerintah terhadap industri kriya. Ia berharap akses promosi dan partisipasi dalam pameran internasional dapat terus ditingkatkan.

Kehadiran Wamen Ekraf memberi semangat bagi kami. Kami berharap pemerintah terus mendukung akses pasar dan promosi digital agar produk berbasis material recycled wood dengan karakter alami kami semakin kompetitif di pasar. Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," kata Ferryal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....