Pemerintah Siapkan Mitigasi Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- 03 Mar 2026 19:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memantau perkembangan eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kepulangan jemaah umrah. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan jemaah sekaligus menjaga kesiapan penyelenggaraan haji 2026.
Berdasarkan keterangan resmi di haji.go.id, sebagian jemaah telah kembali ke Tanah Air, sementara lainnya masih menunggu kepastian jadwal penerbangan, terutama yang menggunakan maskapai transit. Tercatat sebanyak 7.782 jemaah sudah kembali ke Indonesia dalam periode 28 Februari hingga 2 Maret 2026.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. “Kami memastikan negara hadir. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan jemaah dapat kembali dengan aman,” tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau penundaan keberangkatan umrah dalam waktu dekat dengan mempertimbangkan situasi keamanan serta hasil koordinasi lintas kementerian. Hingga penutupan musim umrah pada April mendatang, tercatat lebih dari 43 ribu calon jemaah dijadwalkan berangkat pada periode Maret–April.
“Kami mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan jemaah,” ujar Wakil Menteri.
Untuk mendukung proses kepulangan, pemerintah menyiapkan dua skema mitigasi, yakni meminta penambahan armada Garuda Indonesia selama periode Ramadan serta menyiapkan penyesuaian rute penerbangan apabila situasi semakin meningkat. “Jika diperlukan, akan ada penambahan armada dan penyesuaian rute agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tepat waktu,” tambahnya.
Dengan langkah koordinatif dan mitigatif tersebut, pemerintah berupaya memastikan keselamatan jemaah tetap terjaga di tengah situasi kawasan yang belum sepenuhnya kondusif.