Kemnaker Tutup Pendaftaran Program Magang Nasional 2025
- 16 Okt 2025 22:56 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup pendaftaran Program Pemagangan Nasional Tahun 2025 Batch I. Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 156.159 calon peserta telah mendaftar dan 1.668 perusahaan tercatat berpartisipasi sebagai penyelenggara.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan dunia usaha terhadap program ini. Ia menilai bahwa pemagangan semakin dipercaya sebagai sarana efektif untuk mencetak tenaga kerja terampil dan berpengalaman.
“Sejak program magang ini dibuka, animo masyarakat dan dunia usaha sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa program pemagangan semakin dipercaya sebagai sarana efektif untuk menyiapkan tenaga kerja siap kerja,” ujar Afriansyah melalui siaran pers, Kamis (16/10/2025).
Wamenaker menegaskan, pemagangan kini menjadi pilihan strategis bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia industri. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional yang berdaya saing global.
Lebih lanjut, Afriansyah menjelaskan bahwa program ini melibatkan berbagai sektor strategis seperti makanan dan minuman, industri kreatif dan digital, komunikasi, manufaktur, pariwisata, hingga logistik dan pertanian. Ia menyebut keberagaman sektor tersebut sebagai bukti keterbukaan dunia industri terhadap konsep pemagangan berbasis pengalaman kerja nyata.
Kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menuturkan bahwa Program Pemagangan Nasional Batch I dijalankan melalui beberapa tahapan. Mulai dari pendaftaran perusahaan pada 1–14 Oktober, pendaftaran peserta 7–15 Oktober, seleksi 16–18 Oktober, hingga pelaksanaan magang pada 20 Oktober 2025–19 April 2026.
Pada Batch I ini, Kemnaker menyediakan kuota bagi 20.000 lulusan baru (fresh graduate). Selama enam bulan masa pemagangan, peserta akan menerima uang saku setara upah minimum yang disalurkan melalui bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.
Selain itu, peserta juga mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Mereka juga akan memperoleh pendampingan mentor dari perusahaan serta sertifikat bagi peserta yang menyelesaikan program secara penuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....