Kemendikdasmen Gandeng Kedubas Perancis, Latih Gastronomi
- 14 Okt 2025 21:18 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Prancis meluncurkan program French Indonesian Training of Trainers (ToT) on French Cooking for Vocational Education Training. Kegiatan yang digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPV Bispar), Depok, mulai dari 13-31 Oktober ini bertujuan memperkuat pendidikan vokasi di bidang kuliner dan gastronomi.
Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta pada Selasa, (14/10/2025), Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis atas kerja sama yang terus berkembang dalam bidang pendidikan. Ia menyebut program ini sebagai hasil nyata diplomasi pendidikan yang mempertemukan keahlian, budaya, dan peluang kerja lintas negara.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemendikdasmen menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Prancis atas kerja sama yang luar biasa, khususnya setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron,” ujar Mu’ti di Depok saat membuka program.
Mu’ti menegaskan kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka jalan bagi diplomasi publik melalui pendidikan kuliner. Ia menyebut gastronomi sebagai cerminan budaya dan nilai kemanusiaan yang menyatukan bangsa.
“Food and culture are inseparable. Di balik setiap masakan terdapat budaya, sejarah, dan nilai kemanusiaan yang menyatukan kita,” kata Mu'ti.
Menteri Mu’ti berharap kerja sama ini dapat diperluas ke bidang lain seperti perhotelan dan pariwisata. "Saya membayangkan suatu hari nanti di SMK-SMK Indonesia akan ada restoran-restoran bergaya Prancis yang dikelola oleh alumni program ini,” katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) PKPLK Tatang Muttaqin mengatakan pelatihan ini menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan kejuruan. Ia menuturkan kegiatan ini memperkuat kompetensi guru vokasi khususnya di bidang kuliner dan gastronomi.
“Pelaksanaan pelatihan ini didasarkan pada perkembangan pesat industri kuliner yang menuntut hadirnya tenaga pendidik yang berkompeten dan mampu mengajarkan teknik memasak internasional berstandar tinggi,” ujar Tatang.
Sebanyak 44 peserta yang terdiri dari guru SMK, widyaiswara, dan instruktur mengikuti pelatihan yang dibimbing dua Master Chef asal Prancis, Chef Simon Bauden dan Chef Gérald Maridens. Mereka terbagi ke dalam dua kelas, yaitu Cookery dan Pastry.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Week of French Gastronomy in Indonesia edisi ketiga. Ia menyebut kerja sama ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara di bidang pendidikan, budaya, dan industri kreatif.
“Hubungan antara Prancis dan Indonesia kini semakin erat. Kedua presiden kita telah menyepakati strategi kebudayaan bersama yang menekankan kerja sama di bidang industri kreatif, gastronomi, dan pariwisata,” kata Penone.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....