Menteri Ekraf Dukung Penguatan Gig Economy
- 24 Sep 2025 16:13 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan dukungan penuh terhadap gig economy yang masuk dalam Paket Ekonomi 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat penyerapan tenaga kerja melalui delapan program akselerasi dan sejumlah program lanjutan.
“Industri kreatif sangat erat kaitannya dengan ekosistem gig economy. Dukungan terhadap gig economy kami lakukan sejak tahap kreasi ide hingga konservasi yang terkait dengan perlindungan kekayaan intelektual,” ujar Riefky dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja, di Jakarta, Senin (22/9/2025).
Jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif kini mencapai sekitar 26,5 juta orang. Lebih dari separuhnya merupakan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
“Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian ini mencakup pertumbuhan PDB, nilai ekspor, investasi, dan tenaga kerja. Tren pertumbuhan semester I cukup positif, dan kami optimistis target Bappenas dalam RPJMN bisa tercapai dengan dukungan lintas kementerian,” kata Riefky.
Dalam keterangan pers yang diterima RRI Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif berperan mendukung aktivasi co-working space di berbagai daerah. Dukungan itu diwujudkan melalui pelatihan keterampilan digital seperti desain grafis dengan Adobe/Canva, produksi musik digital, konten kreator, hingga alih suara (voice over).
Selain itu, kementerian juga memfasilitasi akses pendanaan, pemasaran, dan kewirausahaan. Bentuknya berupa pelatihan penyusunan proposal bisnis, mitigasi risiko keuangan, digital marketing, pelindungan kekayaan intelektual, hingga penyusunan model bisnis dan manajemen proyek.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memaparkan rencana fasilitasi sarana untuk pengembangan gig economy. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif di ibu kota.
“Dengan dana yang dialokasikan, kami akan memanfaatkannya untuk pengembangan placemaking di Glodok, Kota Tua, dan Pasar Baru, serta revitalisasi pasar-pasar di Jakarta. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk fasilitasi co-working space sekaligus ruang bagi pelaku gig economy,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Dengan langkah ini, kami optimistis Jakarta dapat terus tumbuh dan berkembang lebih baik. Kami percaya gig economy akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi perkotaan,” ujar Pramono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....