Wamenkes Benjamin Tinjau Asrama Haji, Pastikan Pemeriksaan Kesehatan Optimal
- 19 Mei 2026 16:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan penerimaan jemaah haji kloter JKG 32 di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa 19 Mei 2026. Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan seluruh proses pemeriksaan kesehatan dan pelayanan bagi jemaah haji berjalan optimal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi, Benjamin mengunjungi sejumlah titik pemeriksaan kesehatan, mulai dari tanda-tanda vital hingga pemeriksaan laboratorium untuk kesuburan wanita usia berisiko hamil. Ia juga sempat berbincang dengan sejumlah jemaah dan petugas kesehatan yang mendampingi proses pemeriksaan.
Benjamin mengatakan, pemerintah fokus pada pencegahan penyakit-penyakit umum serta risiko kesehatan lain yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji. Petugas juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang mengonsumsi obat rutin akibat penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
“Yang paling penting adalah bagi calon jemaah haji yang sudah meminum obat rutin akibat penyakit kronis atau yang punya riwayat hipertensi dan diabetes, tadi sudah dicek dan mereka dipantau obat-obatannya. Selain itu, dicek juga kesiapan fisiknya, semua vital sign-nya diperiksa,” ujar Benjamin di asrama haji usai meninjau pelayanan.

Benjamin melanjutkan, pendampingan kesehatan juga tetap dilakukan kepada jemaah yang dinyatakan sehat, termasuk jemaah dengan keterbatasan fisik yang membutuhkan bantuan khusus selama perjalanan ibadah. Pendampingan itu dilakukan sejak keberangkatan dari Jakarta hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dan jemaah kembali ke Tanah Air.
“Mulai dari Jakarta, sampai di sana, sampai semua ritual ibadah selesai, hingga pulang kembali ke rumah, ada yang menjaga. Itu luar biasa, bukan cuma di bandara saja, tapi sampai ke rumah, tempat ibadah hingga kembali lagi ke Jakarta” kata Benjamin.
Selain memastikan kesiapan kesehatan jemaah, Benjamin juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai cuaca panas di Arab Saudi. Ia meminta jemaah menjaga kecukupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi selama menjalankan ibadah.
“Suhu di sana lagi tinggi mencapai 42 derajat, jadi jangan sampai dehidrasi. Jemaah harus minum secukupnya secara rutin, jangan sampai kehausan karena itu bisa berdampak buruk. Itu yang paling penting,” ucap Benjamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....