Dari Update Penyelenggaraan Haji, Imbauan untuk Jemaah, hingga Menunggu 13 Tahun
- 12 Mei 2026 15:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ratusan jemaah haji kloter 26 Embarkasi Jakarta Pondok Gede memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa 12 Mei 2026. Jemaah haji yang berasal dari Jakarta Timur itu dijadwalkan berangkat menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Rabu dini hari.
Berdasarkan pantauan RRI Jakarta di lokasi, jemaah mulai memadati Gedung Serbaguna II sejak pagi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemberkasan dokumen. Pihak asrama juga menyediakan layanan fast track bagi jemaah lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.
Sekretaris PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Agus Husein mengatakan kloter 26 terdiri atas 441 jemaah dan empat petugas haji. Seluruh jemaah diharapkan dapat memenuhi syarat istitha’ah kesehatan sehingga bisa diberangkatkan bersama-sama.

"Mudah-mudahan hasil pemeriksaan kesehatannya kita bisa berangkatkan semuanya. Insya Allah nanti malam kita akan berangkatkan ke Bandara Jeddah karena ini sudah gelombang kedua," kata Agus kepada RRI Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa 12 Mei 2026.
Agus menjelaskan, keberangkatan saat ini sudah memasuki gelombang kedua. Pada fase ini, jemaah akan langsung menuju Kota Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sebelum memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzma).

PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede mencatat hingga Selasa pagi telah memberangkatkan 25 kloter dengan total nyaris sebelas ribu jemaah ke Tanah Suci. Sebagian besar jemaah tersebut saat ini telah berada di Kota Makkah.
"Sampai saat ini, alhamdulillah kami sudah memberangkatkan 25 kloter dengan jumlah 10.844 jemaah dan petugas yang saat ini sudah berada di Kota Makkah," ucap Agus.
Imbauan untuk Jemaah Haji
Agus mengimbau jemaah haji gelombang kedua mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi. Jemaah juga diminta menggunakan sandal dan tidak memakai sepatu selama perjalanan menuju miqat.
"Kami mengingatkan kepada para jemaah, mulai dari embarkasi ini, sudah diwajibkan dan diharuskan untuk memakai kain ihram dan juga melepas sepatu, hanya memakai sandal saja," ujar Agus.
Agus juga mengimbau jemaah haji untuk menjaga pola makan dan mencukupi waktu istirahat sebelum keberangkatan. Ia menyoroti kendala kesehatan yang sering dialami jemaah, ketika mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji dua minggu terakhir di Asrama.

"Mungkin euforia dari para jemaah sendiri, sehingga mereka banyak yang menerima tamu sampai larut malam. Kurangnya istirahat dan juga pola makan yang barangkali tidak teratur, itu membuat hasil istitha’ah akhir terkendala," ucap Agus.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Agama, Maria Assegaf juga mengimbau jemaah yang telah tiba di Makkah agar mulai menghemat tenaga menjelang puncak ibadah haji. Jemaah diminta menjaga kesehatan fisik, mental, dan disiplin mengikuti arahan petugas.
"Puncak haji memang membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, tidak hanya pada kemampuan fisik saja, tetapi juga ketenangan mental, kesiapan spiritual, serta kedisiplinan dalam mengikuti seluruh arahan petugas," kata Maria dalam konferensi pers, Senin 11 Mei 2026.

Maria juga meminta jemaah membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari. Jemaah diimbau selalu menggunakan alas kaki, membawa identitas diri, dan segera beristirahat apabila tubuh mulai lelah.
"Mohon selalu menggunakan alas kaki, membawa identitas diri, mengenakan pelindung seperti payung atau topi saat berada di luar ruangan, serta segera beristirahat apabila tubuh sudah mulai merasa lelah," ujar Maria.
Menunggu 13 Tahun
Di tengah proses pemeriksaan kesehatan dan pemberkasan dokumen, sejumlah jemaah mengaku telah menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji. Salah satunya Sugun, jemaah asal Kramat Jati, Jakarta Timur, yang telah menanti selama 13 tahun.
Sugun mengatakan dirinya bersyukur akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci bersama istri, anak, dan menantunya. Ia berharap dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan menjadi haji mabrur.
"Setiap muslim sangat berharap untuk memenuhi rukun Islam yang kelima ini. Sangat bahagia hari ini saya bisa berangkat bersama keluarga," ujar Sugun.

Bagi umat Islam, ibadah haji terasa istimewa karena hanya dilakukan bagi mereka yang mampu dan waktu tertentu. Sugun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin hanya datang satu kali ini.
"Saya ingin menjadi haji yang mabrur. Itu saja sebetulnya, karena tidak ada pahala yang lain kalau haji mabrur selain surga kan," kata Sugun.
Hal serupa dirasakan Salbiah, jemaah asal Rawamangun, Jakarta Timur, yang juga menunggu selama 13 tahun untuk berangkat haji. Ia mengaku perasaannya campur aduk menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.

"Perasaan saya campur aduk, ada deg-degan, ada senang, ada terharu, macam-macam,” kata Salbiah sambil menyeka air matanya, menahan haru.
Salbiah pergi ke tanah suci bersama suaminya. Perempuan berusia 61 tahun ini berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan sehat dan kembali ke tanah air dengan selamat.
"Kepenginnya sih diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan menjadi haji yang mabrur. Insya Allah haji yang diterima sama Allah," ujar Salbiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....