Cerita Pedagang Oleh-oleh Haji di Momen Musim Haji 2026
- 02 Mei 2026 14:44 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Persis di seberang pintu masuk Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur sebuah kios bertulis Toko Mekah menjajakan aneka oleh-oleh haji dan umrah. RRI Jakarta sengaja mendatangi toko milik Budi itu, pria berusia 60 tahun untuk mendengarkan kisah tentang perjalanan usahannya.
Usaha tersebut bermula dari mertua Budi sejak era 1990-an, ketika sistem embarkasi masih terkonsentrasi di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Seiring waktu, usaha itu diwariskan ke keluarganya dan bertahan hingga kini. Di tokonya, Budi menjual beragam jenis buah kurma, termasuk air zamzam yang banyak dicari.
“Pelanggan biasa membeli kurma secara kiloan. Harga kurma Mesir 40 ribu per kilo, kurma madu 60 ribu, tangkai 65 ribu, sukari 60 ribu,” kata Budi, di tokonya Rabu, 29 April 2026.

Ia juga menyediakan paket suvenir yang kemasannya lebih praktis seharga Rp15.000. Di dalam tas kertas setelapak tangan dewasa itu ada kurma, kacang arab, kismis dan sebotol air zamzam.
Pada musim haji tahun ini, Asrama Haji Pondok Gede melayani 7 ribu lebih jemaah asal Jakarta yang terbagi dalam 19 kloter. Pergerakan jemaah ini menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi di sekitar asrama, termasuk toko oleh-oleh seperti milik Budi.
Budi mengenang masa ketika sistem embarkasi haji masih dibagi kedalam tiga zona. Jemaah haji dari beberapa daerah masih bergabung di Jakarta.
Saat itu, tokonya jauh lebih ramai dibandingkan sekarang. Pembeli datang tidak hanya dari keluarga jemaah, tetapi juga rombongan yang mengantar keberangkatan.
“Dulu waktu jemaah haji dari Jawa Barat masih ke sini bagus penjualan, tapi sekarang embarkasi kan sudah per provinsi, ya menurun,” ujar Budi.

Pesanan biasanya mulai berdatangan menjelang masa pemulangan jemaah. Meski begitu, Budi mengaku sulit memprediksi penjualan musim haji tahun ini karena kondisi ekonomi yang belum stabil.
Budi justru merasakan lonjakan omzet lebih signifikan terjadi saat Ramadan dan Idulfitri, yang bisa mencapai sekitar 4 juta rupiah per hari. “Biasanya ketika mulai haji pasti penjualan mulai naik lagi, tapi sekarang belum ada kelihatan,” ucapnya.
Selain menjual langsung, Budi juga melayani pesanan khusus melalui distributor, termasuk kurma muda hingga hati unta yang diminta pelanggan. Ia menjalankan usaha ini bersama istrinya, sambil tetap membagi waktu untuk mengurus keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....