MUI : Kampung Haji Pelayanan untuk Lebih Baik
- 19 Des 2025 19:52 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis memberi tanggapan soal proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.
Menurutnya, proyek yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji.
"Kampung Haji Indonesia dapat dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji untuk lebih baik," ujar Kiai Cholil, di Jakarta,Jumat (19/12/2025).
Kiai Cholil mengatakan Kampung Haji sah secara syariah dan baik manakala memenuhi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah (tujuan syariah) dan tata kelola yang baik. Sebab, dengan keberadaannya mempermudah pelayanan lansia dan investasi dana haji berkelanjutan.
Kiai Cholil juga memberikan pesan khusus bahwa Kampung Haji ini harus dikelola dengan sangat hati-hati. "Namun apabila dikelola tanpa kehati-hatian akan menimbulkan eksklusivitas jemaah haji Indonesia dari jamaah haji seluruh dunia," ujar Kiai Cholil.
Selain itu, juga harus diperhatikan tata kelola yang baik. Jika tidak, bisa berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sehingga bertentangan dengan tujuan ibadah haji tentu tidak baik.
Karena itu, lanjut Kiai Cholil, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam soal proyek kampung haji dengan melibatkan ulama, akademisi, dan publik. "Serta memastikan transparansi untuk merealisasikan Kampung Haji Indonesia," ujar Kiai Cholil.
Soal hal ini, Kiai Cholil mengatakan bahwa MUI selalu siap bermitra dengan pemerintah karena hal itu sudah menjadi tugas MUI melayani umat dan juga mitra pemerintah.
Sebelumnya, Danantara Indonesia selaku pihak pendana proyek menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembangunan Kampung Haji secara berkelanjutan dan terukur. CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan seluruh tahapan pengembangan proyek ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia, sejalan dengan proses perizinan dan tata kelola yang berlaku.
Rosan menekankan pentingnya memastikan proyek Kampung Haji tidak hanya memberikan manfaat layanan bagi jemaah, tetapi juga dikelola secara akuntabel. “Pengembangan akan dilaksanakan secara bertahap, berdasarkan kajian kelayakan yang komprehensif, pertimbangan regulasi, serta standar tata kelola yang prudent,” ujar Rosan.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menggagas pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Terobosan ini diharapkan menjadi sejarah baru atas kepedulian negara terhadap kebutuhan para jemaah haji Tanah Air.
Kampung Haji bukan sekadar kompleks penginapan, melainkan sebuah kawasan terpadu yang menghadirkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga fasilitas kesehatan untuk para jemaah.
Gagasan ini lahir dari perhatian Presiden Prabowo atas tingginya angka jamaah yang meninggal saat pelaksanaan ibadah haji. Kesehatan menjadi concern utama. Dengan adanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang siap siaga, jemaah bisa ditangani lebih cepat dalam kondisi darurat.
Kampung Haji juga diharapkan memangkas biaya haji secara signifikan. Selama ini, jamaah Indonesia harus tersebar di berbagai sektor akomodasi yang terpisah, dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....