Warga di Tamansari Ngaku Sempat Cium Bau Bangkai Sebelum Jasad Bayi Ditemukan

  • 12 Sep 2026 18:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga di kawasan gang sempit RT 05 RW 02, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, mengaku mencium bau menyengat dari sekitar bangunan kosong bekas kebakaran.

Diketahui, lokasi tersebut menjadi tempat sepasang kekasih menguburkan jasad bayi mereka.

Salah seorang warga, Marlina (61) mengatakan, aroma seperti bangkai mulai tercium oleh dirinya dan sejumlah ibu-ibu sekitar pada pertengahan Agustus 2026.

Menurut Marlina, bau tersebut cukup tajam ketika warga melintas di sekitar bangunan kosong.

“Lama-lama emang masih kita bau busuk itu, bangke-bangke. Ibu-ibu juga mencium. Kita pikir mah bangke tikus di mana ya? Yang dipikir mah di got aja,” kata Marlina saat ditemui di lokasi penemuan jasad bayi, Sabtu, 12 September 2026.

Saat itu, warga tidak menyangka sumber bau berasal dari jasad manusia. Mereka menduga aroma tersebut berasal dari bangkai hewan atau sampah yang berada di saluran air sekitar permukiman.

“Sekitar bulan Agustus ya bau ya, kita nyari-nyari bangke-bangke. Saya bilang, di mana ya bau bangke? Tapi gak nyari ke bangunan kosong itu karena dikira baunya itu di got. Nah kalau sekarang-sekarang udah gak bau,” jelas Marlina.

Kecurigaan warga baru terjawab ketika polisi mendatangi bangunan kosong tersebut pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, petugas membawa seorang pria bernama Oman, 28 tahun, yang merupakan warga setempat.

Polisi kemudian meminta Oman menunjukkan lokasi tempat ia menguburkan jasad bayinya. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan jasad bayi yang telah lama dikuburkan dan kondisinya sudah menjadi kerangka.

“Rupanya dari mayat bayi itu yang dikubur,” kata Marlina.

Secara terpisah, Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar mengatakan, bayi tersebut diperkirakan telah dikuburkan selama lebih dari dua bulan ketika ditemukan.

“Saat ditemukan mayat bayi itu sudah berbentuk tengkorak. Diperkirakan sudah lebih 60 hari,” kata Bobby saat dikonfirmasi.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap kedua pelaku, polisi menduga bayi tersebut meninggal sesaat setelah dilahirkan. Kedua orang tua bayi disebut menutup saluran pernapasan bayi karena panik mendengar tangisannya.

“Itu yang bersangkutan kaget dan tidak mau mendengar anaknya yang lahir menangis. Kemudian ditutup mulutnya supaya tidak bunyi, supaya tidak terdengar suara tangisan. Karena itu kosannya kan nempel-nempel itu dengan tetangga. Ketahuan nanti kalau ada tangisan itu,” ujar Bobby.

Menurut polisi, tindakan tersebut kemudian menyebabkan bayi berhenti bernapas dan meninggal dunia. Jasad bayi selanjutnya dibawa dan dikuburkan secara diam-diam di bangunan kosong bekas kebakaran tersebut.

“Setelah panik kemudian menutup mulut bayi ini karena nangis ya. Setelah itu ya henti meninggal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....