Pria Coba Bobol Kotak Amal di Musala Tambora saat Warga sedang Salat Subuh
- 10 Agt 2026 17:57 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Seorang pria diduga mencoba membobol kotak amal di musala Al-Ikhlas, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Minggu, 9 Agustus 2026 dini hari.
- Rekaman CCTV menunjukkan pelaku mengenakan pakaian berwarna hitam dan topi saat melakukan aksi pencurian.
- Pelaku terlihat memantau situasi di sekitar musala sebelum masuk dan mengambil kotak amal berdasarkan bukti visual dari CCTV.
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pria diduga mencoba membobol kotak amal di musala Al-Ikhlas, Jalan Siaga III, RT14/RW4, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu, 9 Agustus 2026 dini hari.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar di media sosial, pria tersebut terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam dan topi. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku tampak memantau situasi di sekitar musala sebelum masuk dan mengambil kotak amal.
Ketua RT 014/RW 04 sekaligus pengurus Musala Al-Ikhlas, Wasudi mengatakan, pelaku melancarkan aksinya saat warga sedang melaksanakan salat Subuh.
Ketika itu, pelaku membawa kotak amal ke bagian belakang musala, guna membobol kunci kotak amal dan untuk mengambil uang di dalamnya.
“Nah, pas kita lagi salat subuh, itu kedengaran suara duit di dalam kotak, krotak-krotak-krotak. Nah, kita kan lagi salat tuh. Jadi kita nungguin salat kita beres, baru kita keluar,” kata Wasudi saat ditemui wartawan di lokasi, Senin, 10 Agustus 2026.
Wasudi mengatakan, saat dirinya dan para jemaah keluar, pria tersebut masih berada di sekitar lokasi. Wasudi pun mengaku dirinya sempat berinteraksi pada pelaku tersebut.
“Saya bilang ke dia, ‘Hei, kamu kok nggak salat?’ terus dia jawab, ‘Sudah,’ gitu katanya. Kemudian saya lihat kotak amalnya ini masih belum terbuka. Ya sudahlah, saya biarkan dia jalan. Setelah jalan, saya periksa lagi kotaknya aman. Jadi, belum sempat terbuka,” jelasnya.
Wasudi mengatakan, dugaan percobaan pencurian kotak amal itu bukan kali pertamanya terjadi di lokasi tersebut. Dari informasi yang diterimanya, pria yang diduga melakukan aksi serupa juga pernah beraksi sekitar bulan sebelumnya.
“Waktu sekitar bulan Juli juga dia beraksi, tapi gak berhasil juga karena nggak keburu juga dia ngambil,” katanya.

Ia menduga, pelaku dalam kejadian ini merupakan orang yang sama dengan terduga pelaku sebelumnya. Pasalnya, kata Wasudi, dugaan ini muncul karena pelaku seperti sudah mengetahui pola aktivitas jemaah dan pengurus di musala.
Wasudi juga menduga pelaku masih berada di sekitar kawasan Angke. Namun, ia belum dapat memastikan identitas maupun tempat tinggal pelaku.
“Kayaknya orang Angke juga, tapi bukan wilayah sini. Wilayah seberang sana, bisa RW 02, bisa RW 06,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi Musala Al-Ikhlas saat salat Subuh memang relatif sepi lantaran jumlah jemaah tidak sebanyak waktu salat lainnya.
Menurutnya, saat kejadian hanya terdapat beberapa warga yang melaksanakan salat Subuh, sekitar dua baris jemaah.
“Kalau waktu subuh warga kan nggak banyak, paling cuma beberapa orang doang yang biasa salat subuh. Momen ini kemudian dimanfaatin sama si pelaku itu,” ucap Wasudi.
Wasudi menegaskan, keberadaan kotak amal sangat penting bagi operasional Musala Al-Ikhlas.
Tak ayal, uang yang dikumpulkan itu digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk membayar kegiatan mengaji anak-anak dan kebutuhan listrik musala.
“Uang jemaah dikumpulin sedikit demi sedikit, ditaruh sini di musala. Untuk bayar anak-anak ngaji, bayar listrik kadang. Dari mana lagi sumbernya kalau bukan dari situ,” kata Wasudi.
Karena itu, ia berharap pelaku dapat segera ditemukan dan ditangkap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Wasudi, pengurus musala merasa bertanggung jawab terhadap keamanan tempat ibadah dan uang yang dipercayakan oleh para jemaah.
“Supaya mereka tertangkap. Kalau tidak tertangkap, kita malu selaku pengurus yang ada di musala ini. Nanti warga bertanya ‘Kenapa musala bisa kejadian kemalingan, emang nggak ada pengurus di musala?” ujarnya.
Wasudi menambahkan, dirinya merasa sangat tidak nyaman apabila uang kotak amal sampai hilang karena dana tersebut merupakan hasil sumbangan jemaah.
Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian agar keamanan musala lebih ditingkatkan, terutama saat salat subuh ketika jumlah jemaah relatif sedikit.
“Walaupun itu buktinya nggak ada, tetap mereka harus ditangkap supaya jangan terulang lagi ke sini,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait dugaan percobaan pencurian kotak amal tersebut
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....