William PSI Minta Pemprov DKI Antisipasi Berita Hoaks Kejahatan

  • 02 Jun 2026 13:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Akhir-akhir ini masyarakat Jakarta mendapat berita-berita hoaks kriminalitas. Mulai dari hoaks pembegalan, sampai dengan hoaks hantu pocong membawa golok, yang mengitari wilayah-wilayah perumahan, hingga membuat warga resah.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, sekaligus Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, menduga terdapat pihak yang sengaja ingin menjadikan suasana Jakarta tidak kondusif. Karena itu, ia meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta, untuk menelusurinya.

“Belakangan ini ada banyak berita kriminalitas yang meresahkan warga. Tapi, ketika ditelusuri ternyata berita-berita itu hoaks. Kabarnya juga bukan main-main, mulai dari hoaks pembegalan, sampai dengan hoaks adanya pocong yang membawa golok, mengitari kawasan-kawasan perumahan,” ujar William dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.

“Ini patut diduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, entah karena iseng maupun sengaja ingin membuat suasana Jakarta jadi mencekam. Namun yang jelas, masyarakat semakin khawatir dan merasa tidak aman, akibat beredarnya hoaks-hoaks itu. Sehingga, Pemprov DKI melalui Diskominfotik perlu meningkatkan kewaspadaannya,” sambungnya.

Di antara hoaks-hoaks yang mengkhawatirkan warga adalah, kabar palsu pembegalan terhadap seorang artis model, Ansy Jan De Vries, di Jakarta Barat (Jakbar). Kemudian, warga juga dibuat heboh oleh teror hantu pocong, yang ternyata hoaks di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).

“Ke depannya, Diskominfotik harus berpatroli di media-media sosial, untuk mengecek apakah ada konten-konten hoaks yang beredar. Kemudian, Diskominfotik mesti berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang lainnya, dan perusahaan-perusahaan penyedia layanan media sosial, untuk menurunkan konten-konten seperti itu,” ucap William.

Ia juga mengimbau warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Terutama dalam menyaring konten-konten yang dikonsumsi, sebelum dibagikan di akunnya masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....