Nekad Beraksi di Siang Hari, Kawasan Marunda Rawan Begal dan Jambret

  • 29 Mei 2026 10:42 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Keresahan menyelimuti warga dan pedagang di sekitar kawasan Marunda dan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Maraknya aksi pembegalan dan penjambretan di jalur arah pemakaman Covid-19 Marunda tersebut membuat pengunjung ketakutan dan berdampak langsung pada perekonomian pedagang lokal.

Saiful Bahri (53), seorang pedagang bensin eceran yang sudah tiga tahun mangkal di kawasan Taman Tiwiti Metland, mengungkapkan bahwa kondisi keamanan di wilayah tersebut semakin memprihatinkan dalam enam bulan terakhir.

“Sekarang daerah sini rawan begal. Orang jadi kurang nyaman kalau mau lewat atau nongkrong, terutama di malam Minggu atau malam Sabtu yang biasanya ramai,” ujar Saiful saat diwawancarai RRI Jakarta, Kamis 28 Mei 2026.

Menurut Saiful, para pelaku kejahatan kini semakin nekat dan tidak ragu beraksi pada siang hari. Ia menceritakan salah satu kejadian baru-baru ini di mana sepasang suami-istri menjadi korban begal di dekat area empang sekitar pukul 14.00 WIB. Selain begal, aksi penjambretan ponsel juga kerap menyasar ibu-ibu yang sedang melintas.

“Bahkan minggu lalu ada ibu-ibu lagi telepon ditarik HP-nya. Pelakunya kabur ke arah Bekasi dan Rorotan. Korbannya sampai bengong, kayak kena hipnotis, baru sadar dan teriak pas pelakunya sudah jauh,” tambahnya.

Dampak dari ketidakamanan ini sangat dirasakan oleh Saiful. Sebelum angka kriminalitas meningkat, ia mampu menjual hingga 60 liter bensin dalam satu malam. Namun kini, jumlah pembeli merosot tajam karena warga enggan melintasi jalan tersebut meski lampu penerangan jalan berfungsi dengan baik.

Saiful berpendapat, meningkatnya kriminalitas dipicu oleh sulitnya mencari lapangan pekerjaan di Jakarta. "Kehidupan sekarang susah, pekerjaan nggak ada, akhirnya mereka merampok atau mencuri," keluhnya.

Ia pun berharap pihak kepolisian meningkatkan pengawasan dan patroli secara lebih merata di titik-titik rawan tersebut. Meski patroli terkadang ada, Saiful merasa frekuensinya masih kurang efektif karena pelaku sering beraksi saat petugas tidak berada di lokasi.

“Harapannya pengawasan kepolisian ditingkatkan dan lebih sering keliling. Karena kadang polisinya di sana, rampoknya di sini, jadi nggak ketemu,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....