Modus Razia Narkoba Palsu Terbongkar, Komplotan Perampas Motor Diciduk Polisi
- 19 Mei 2026 15:41 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Utara berhasil membongkar sindikat pelaku pencurian dengan kekerasan yang menggunakan modus razia narkoba palsu untuk merampas sepeda motor warga di kawasan Tanjung Priok dan Sunter. Dua pelaku utama berinisial ORN (31) dan ATN (50) telah diamankan, sementara beberapa pelaku lainnya masih berstatus DPO.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Erick Frendriz, menjelaskan kasus ini berawal dari laporan dua korban, MNA dan NE, yang menjadi sasaran para pelaku pada Februari 2026.
"Dalam aksinya, para tersangka menyamar sebagai aparat dan melakukan penghentian kendaraan warga pada dini hari. Mereka membawa tanda pengenal palsu dan sebuah airsoft gun untuk menakut-nakuti korban, " ujar Erick.
Menurut Erick komplotan tersebut telah merencanakan aksinya sejak 1 Februari 2026. Kelompok beranggotakan lima orang itu sering menargetkan warga yang melintas di sekitar Bahari, Tanjung Priok. Dengan mengendarai empat sepeda motor, mereka berkeliling mencari sasaran pada malam hingga dini hari.
Puncak kejadian terjadi pada 2 Februari 2026 pukul 02.00 WIB saat korban yang mengendarai motor Honda Beat dibuntuti dan diberhentikan. Para pelaku berteriak “RAZIA, POLISI, POLISI” sambil menggeledah motor korban.
Pelaku ABN kemudian menuduh korban membawa narkoba dan meminta uang tebusan sebesar Rp3 juta. Korban yang ketakutan akhirnya menyerahkan uang dan telepon genggamnya.
Tak berhenti sampai di situ, korban bahkan dibawa oleh para pelaku ke Bahari dan dipaksa turun di dekat sebuah SPBU. Setelah kejadian tersebut dilaporkan, Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya dua pelaku berhasil ditangkap pada 13 Mei 2026.
Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui melakukan pencurian dengan kekerasan bersama tiga rekan lainnya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), yaitu DU, ABN, B, dan S.
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi di antaranya satu unit Honda Scoopy warna merah, satu pucuk airsoft gun warna silver, dan satu tanda pengenal reserse palsu yang digunakan untuk mengelabui korban.
Polisi terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. Kapolres Metro Jakarta Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan razia mencurigakan yang dilakukan bukan oleh aparat resmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....