Korban Pembacokan di Cengkareng ternyata Baru Sehari Tiba di Jakarta
- 04 Mei 2026 18:56 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pria bernama Ahmad (25) yang meninggal setelah menjadi korban pembacokan di Jalan Pedongkelan Dalam, RT 04/RW 13, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, ternyata baru sehari datang dari kampung untuk bekerja.
Demikian hal itu diungkapkan rekan korban bernama Rizky, yang menyebut bahwa korban belum sehari full bekerja di sebuah toko roti yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Baru pindah ke sini dia. Pas kembali itu di toko yang lain, terus semalam datang
ke sini. Enggak ada sehari lah (korban di Jakarta),” ungkap Rizky saat ditemui dilokasi, Senin, 4 Mei 2026.
Rizky menyampaikan, korban sebelumnya datang dari kampung halamannya di Tanjung Sari, Pandeglang. Dia menyebut, korban direkrut karena toko tempatnya bekerja sedang kekurangan karyawan.
“Biasanya yang kerja disini (toko roti) ada tiga orang. Tapi lagi kurang, makanya nambah sama dia (korban),” katanya.
Sebelum kejadian, Rizky mengatakan bahwa korban sempat berniat membeli pulsa hingga akhirnya menjadi korban pembacokan.
“(Korban) bilangnya sih emang mau beli pulsa katanya. Sebelum beli dia mau makan dulu, habis makan beli pulsa katanya. Eh ternyata udah kejadian seperti itu,” ucap Rizky.
Dia pun mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi. “Saya tahunya pas ke situ udah nggak ada,” katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembacokan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Ahmad (25) meninggal usai menjadi korban pembacokan saat berjalan kaki di Jalan Pedongkelan Dalam, RT 04/RW 13, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin, 4 Mei 2026.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tepat di seberang sebuah minimarket di kawasan tersebut. Korban pun diketahui seorang pegawai di sebuah toko roti yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut keterangan warga, insiden tersebut berlangsung cepat dan membuat warga samgat panik. Detik-detik korban tergeletak bersimbah darah sempat direkam oleh sejumlah warga yang berada di lokasi.
Salah satu saksi mata, Bima, mengatakan dirinya langsung keluar rumah setelah mendengar teriakan minta tolong.
“Saya lagi di dalam, terus dengar teriakan. Pas keluar, korban sudah tergeletak,” kata Bima saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebut, saat pertama kali ditemukan, korban masih dalam kondisi hidup dan sempat merintih kesakitan.
“Waktu itu masih hidup, masih minta tolong. Lukanya di bagian belakang. Saya langsung ke toko roti panggil keluarganya,” katanya.
Namun, tak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka bacok yang dideritanya.
Sejumlah warga menyebut pelaku diduga seorang diri dan melarikan diri menggunakan sepeda motor matik. “Katanya pelaku pakai hoodie dan naik motor. Tapi saya tidak melihat langsung,” kata Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....