Polisi Uji Laboratorium Cairan Penyiraman Pelajar SMK

  • 12 Feb 2026 19:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat masih menunggu hasil uji laboratorium terkait cairan yang digunakan dalam kasus penyiraman terhadap seorang pelajar SMK. Cairan tersebut belum dapat dipastikan jenisnya karena masih dalam pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polri di Sentul.

Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Metro Jakpus, Kompol Rita Oktavia, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan cairan tersebut sebagai asam klorida (HCL). “Cairan kimia. Untuk jenisnya apa, saat ini masih diperiksa di laboratorium Polri yang di Sentul,” ujarnya.

Menurut Rita, penyebutan air keras yang beredar di masyarakat masih sebatas asumsi. Polisi memilih menyebutnya sebagai cairan kimia sambil menunggu hasil uji forensik resmi.

Dari hasil pendalaman sementara, cairan tersebut diketahui berasal dari kegiatan praktikum di sekolah, bukan dibeli dari toko kimia seperti dugaan awal. “Semula dugaannya sih dari toko kimia. Cuman pas kami dalami ternyata dari praktikum di sekolah,” jelasnya.

Kasus ini melibatkan tiga pelajar SMK di Jakarta Pusat berinisial D, F, dan A. F berperan sebagai pengendara sepeda motor, A sebagai pelaku penyiraman, dan D sebagai pemilik motor sekaligus pemilik cairan kimia tersebut.

Ketiganya saat ini masih menjalani proses penyelidikan di Unit PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat. “Iya. Masih dalam proses penyelidikan,” kata Rita, seraya memastikan kondisi para pelaku dalam keadaan sehat.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan terus membaik setelah mendapat penanganan medis. Rita menyebut korban sudah mulai pulih dan telah menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Korbannya juga membaik, kondisinya sudah mulai pulih. Hanya tinggal mata sebelah kiri karena mungkin masih ada efeknya, harus check-up lagi ke dokter mata,” tuturnya.

Ia memastikan tidak ada kebutaan ataupun cedera permanen pada mata korban. Berdasarkan hasil visum, gangguan penglihatan yang dialami korban bersifat sementara akibat iritasi bahan kimia.

“Bisa, bisa. Kata dokter nanti cepat pulih kok ini, sudah bisa melihat seperti semula. Jadi aman,” pungkas Rita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....