Baru Dilantik, Oknum Anggota DPRD Depok Dilaporkan Kasus Pencabulan

  • 24 Sep 2024 18:12 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Depok: Baru saja dilantik, seorang oknum anggota DPRD Kota Depok berulah. Seorang anak dibawah umur jadi korban percabulan oleh oknum anggota dewan tersebut.

Kasus ini mencuat setelah ibu korban tak sengaja melihat percakapan mesum pelaku di ponsel anaknya. "Ibunya ggak sengaja baca chat (WhatsApp) di HP korban," kata Adi kepada wartawan, Selasa (24/9/2024).

Adi Febrianto Sudrajat, dan Kawah Alfa selaku kuasa hukum korban dari Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan, telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok, pada Minggu (22/9/2024). Pada laporan Nomor: LP/B/1996/IX/2024/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA itu, Adi tak membantah jika oknum dewan yang dilaporkan merupakan Anggota DPRD aktif.

"Iya oknum anggota dewan," ujar singkat. Kata Adi, korban merupakan seorang siswi SMP berumur sekitar 15 tahun.

Adi menerangkan, jika korban adalah anak dari pelapor yang menurut pengakuannya merupakan kader pengurus aktif partai. Bahkan korban terlibat juga sebagai tim pemenangan oknum dewan (terduga pelaku) yang dilaporkan.

Namun demikian, Adi belum bisa berkomentar lebih jauh terkait kronologi dugaan kasus asusila yang diduga melibatkan oknum DPRD Depok tersebut. "Itu biar pihak penyidik yang akan mencari fakta-faktanya, kalau untuk materi saya kira nggak mungkin diungkap juga ya, karena kan terkait anak," ucap Adi.

Kejadian ini dibenarkan pengurus partai PDIP. Namun karena menyangkut masalah internal ia enggan berkomentar lebih jauh.

"Ini masalah internal, saya konflik kepentingan untuk berkomentar," ucap sumber RRI.

Terpisah, Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra membernarkan adanya laporan dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang melibatkan anggota DPRD Kota Depok. Kata Hendra kasus ini dilaporkan ayah korban ke Polres Metro Depok pada Minggu (22/9).

Meski demikian Hendra enggan menyebutkan nama anggota dewan yang dilaporkan dalam kasus ini. "Belum bang, nama anggota dewannya masih kita dalami." ujar Hendra kepada RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....