Lari Bareng Anabul di World Rabies Day Run 2026

  • 03 Okt 2026 12:58 WIB
  •  Jakarta

RRRI.CO.ID, Jakarta - Rona semangat terpancar dari wajah ribuan peserta yang sejak pagi berkumpul di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada Sabtu 3 Oktober 2026. Di antara mereka, anak bulu atau anabul, yaitu anjing dan kucing dengan berbagai tingkah menggemaskan, ikut berbaris di garis start.

Mereka semua akan beraksi di ajang World Rabies Day Run 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta. Ratusan peserta membawa anabul kesayangan untuk berlari bersama mengelilingi kawasan TMII.

Ada yang menggunakan stroller, ada yang digendong, namun tidak sedikit yang berlari mengikuti pemiliknya yang sesekali mengatur napas. Kawasan miniatur Indonesia itu berubah bak taman bermain besar dengan lintasan lari bagi para anabul.

World Rabies Day Run 2026 menyediakan tiga kategori, yakni lari 10 kilometer, 5 kilometer, dan 2,5 kilometer yang dapat diikuti bersama anabul. Perhelatan lari ini menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September 2026.

Salah satu peserta yang datang khusus untuk mengikuti ajang lari ini adalah Azizah. Perempuan asal Bandung itu berangkat sejak dini hari dan menempuh perjalanan ke Jakarta dengan membawa dua kucing kesayangannya, Tiger dan Joseph.

"Acaranya seru banget, dan diadainnya di TMII jadinya clean, aku dari Bandung by the way. Aku berangkat tadi pagi jam setengah empat sengaja ikut memang karena pecinta kucing", kata Azizah usai kedua kucingnya dikalungi medali di garis finis.

Bagi Azizah, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta anabul sekaligus mendorong kepedulian terhadap kesehatan hewan. Ia menilai adanya layanan vaksinasi dalam kegiatan tersebut turut membantu pemilik menjaga kesehatan hewan kesayangan.

"Iya, harusnya ya, karena banyak banget pecinta anabul di sini sih kalau aku lihat gitu, dan ada vaksinasi juga. Mungkin beberapa ada yang ambil sih gitu, dan itu membantu untuk kesehatan anabul kan," ujar Azizah.

Cerita serupa datang dari peserta lain, Hajatan Hutabarat yang datang bersama dua anaknya dari Cibitung, Bekasi. Ia membawa seekor anjing bernama Cemong dan mengaku baru pertama kali mengikuti ajang lari dengan semangat kepedulian terhadap hewan.

"Kalau bisa ditingkatkan terus, bagus, jadi ada kepedulian pemerintah untuk masyarakat, cukup bagus. Kita pun cukup berterima kasih buat Pemerintah DKI yang mengadakan acara ini, jadi kita kayaknya andil, gitu, peduli dengan ini [hewan]," ucap Hajatan.

Lewat ajang lari ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan perhatian, terutama kesehatan bagi anjing dan kucing. Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan edukasi terkait risiko rabies harus tetap dilakukan, meski ibu kota merupakan daerah bebas rabies sejak 22 tahun silam.

"Jadi Jakarta sejak tahun 2004 sudah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Jadi kita menghimbau agar masyarakat lebih aware bahwa penyakit rabies belum bisa disembuhkan dan tingkat kematiannya sangat tinggi sekali," ujar Hasudungan yang ikut lari bersama peserta.

Tidak hanya lari, penyelenggara juga menyediakan layanan kesehatan hewan melalui dua unit mobil Klinik Hewan Keliling. Selain itu, peserta lari bersama anabul dapat melakukan vaksinasi rabies lengkap secara gratis.

"Pada hari ini kita terjunkan dua unit Klinik Hewan Keliling untuk melayani masyarakat yang ingin mendapat pelayanan kesehatan hewan. Ada juga hadiah tambahan berupa vaksinasi rabies lengkap gratis untuk anabul mereka," kata Hasudungan.

Usai mengikuti lari, peserta mendapatkan medali dan refreshment, dan dapat menikmati hiburan musik dan bazar UMKM Jakpreneur binaan Dinas KPKP. Hasudungan berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....