Santri Championship 2026 Batasi Usia Peserta untuk Pembinaan

  • 20 Sep 2026 06:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Komite Sepak Bola Mini Indonesia atau KSMI menetapkan batas usia sebagai syarat mutlak peserta Santri Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Kompetisi sepak bola mini nasional tersebut hanya dapat diikuti santri kelas 10 dan 11 SMA, Madrasah Aliyah, atau sederajat yang lahir pada 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2011.

Ketentuan tersebut diputuskan dalam rapat panitia Santri Championship 2026 yang diikuti 52 panitia secara luring dan daring di Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Pembatasan usia diterapkan untuk menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus memperkuat tujuan turnamen sebagai bagian dari pembinaan pemain muda dari lingkungan pesantren.

Ketua Panitia Pelaksana Santri Championship 2026, Pamungkas Trishadiatmoko atau Moko, mengatakan batas usia diperlukan agar proses pembinaan berjalan sesuai sasaran. Ia menegaskan ketentuan tersebut akan diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta tanpa membedakan asal daerah maupun klub.

“Kami ingin kompetisi ini menjadi bagian dari pembinaan. Karena itu, batas usia harus jelas dan diterapkan secara konsisten kepada seluruh peserta,” ujar Moko usai rapat panitia, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Moko, pembatasan usia juga bertujuan menghindari kesenjangan kemampuan antarpemain yang terlalu besar dalam pertandingan. Perbedaan usia dapat memengaruhi kekuatan fisik, pengalaman bertanding, dan kematangan permainan sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan kompetisi.

Melalui ketentuan tersebut, Komite Sepak Bola Mini Indonesia ingin memberikan kesempatan kepada santri kelas 10 dan 11 untuk memperoleh pengalaman bertanding dalam kompetisi berskala nasional. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dapat berlangsung dalam jangka waktu lebih panjang.

Persyaratan usia juga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi peserta Santri Championship 2026. Setiap pemain wajib menunjukkan dokumen kependudukan dan administrasi pendidikan untuk memastikan seluruh peserta memenuhi batas usia yang telah ditetapkan panitia.

Verifikasi dilakukan karena Santri Championship 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi antarklub santri. Turnamen ini juga diproyeksikan menjadi salah satu pintu pencarian talenta sepak bola mini dari lingkungan pesantren yang belum sepenuhnya terjangkau sistem kompetisi nasional.

Wakil Ketua Panitia Santri Championship 2026, Tundra Meliala, mengatakan kompetisi tersebut akan diikuti klub-klub santri dari delapan provinsi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah dapat mempertemukan potensi pemain muda pesantren dalam atmosfer kompetisi tingkat nasional.

“Selama tiga hari kompetisi, para pemain akan mendapatkan pengalaman bertanding dalam atmosfer turnamen nasional. Bagi pemain yang memiliki potensi, pertandingan tersebut dapat menjadi tahap awal untuk mendapatkan pembinaan dan kesempatan berkompetisi pada level yang lebih tinggi,” kata Tundra.

Komite Sepak Bola Mini Indonesia menegaskan aspek pembinaan menjadi dasar utama penyelenggaraan Santri Championship 2026. Keberhasilan turnamen tidak hanya dilihat dari tim yang menjadi juara, tetapi juga dari kemampuannya membangun ekosistem sepak bola mini di kalangan santri dari berbagai daerah.

Santri Championship 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 29 hingga 31 Oktober 2026. Ketua Umum Komite Sepak Bola Mini Indonesia, Yan Mulia Abidin, dijadwalkan melakukan tendangan awal pada 29 Oktober sebagai penanda dimulainya kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....