Budi Luhur University Gelar Turnamen Orado untuk Pertama Kalinya

  • 10 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta — Budi Luhur University atau BLU menggelar turnamen Olahraga Domino atau Orado untuk pertama kalinya di lingkungan kampus, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan olahraga domino kepada mahasiswa dan masyarakat.

Ketua BPH Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti atau YPBLC, Julian Bongsoikrama, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen perdana ini di lingkungan kampus.

“Yayasan sangat mendukung dan mengapresiasi atas suksesnya turnamen Orado ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa domino bisa menjadi sarana positif untuk melatih ketangkasan berpikir, fokus, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebudiluhuran dan sportivitas di kalangan sivitas akademika,” ujar Julian di Kampus Budi Luhur, Petukangan Utara, Jakarta Selatan.

Julian berharap ajang ini dapat terus digelar secara konsisten dan menjadi wadah pembinaan potensi mahasiswa di bidang olahraga otak.

“Kami dari YPBLC berharap turnamen ini menjadi titik awal yang baik. Ke depan, yayasan siap memfasilitasi agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau skala yang lebih besar,” kata Julian menambahkan.

PIC sekaligus ketua panitia, Moko, mengatakan penyelenggaraan turnamen bermula dari keinginan panitia membuat sebuah kegiatan olahraga yang berbeda.

Gagasan tersebut kemudian berkembang setelah salah satu rekan panitia, Deswa, memiliki kenalan dengan pihak Orado. Momentum itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan Orado kepada sivitas akademika Budi Luhur University.

“Harapan kami, olahraga ini bisa memacu semangat mahasiswa dan mahasiswi Universitas Budi Luhur maupun universitas-universitas lain,” ujar Moko.

Menurut Moko, turnamen tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa. Panitia juga membuka kesempatan bagi karyawan dan masyarakat umum untuk berpartisipasi.

Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi. Meski demikian, panitia membatasi jumlah peserta menjadi 32 tim pada penyelenggaraan perdana.

Pembatasan dilakukan agar panitia dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada seluruh peserta.

“Untuk sementara kami membatasi 32 tim dulu karena baru pertama kali. Kami ingin memberikan pelayanan yang optimal,” kata Moko.

Dalam pertandingan tersebut, peserta mengikuti aturan khusus dalam olahraga domino. Yance Amos Repasy menjelaskan salah satu aturan yang digunakan adalah Law of 101.

Menurut Yance, aturan tersebut menjadi pedoman dalam pertandingan Orado, termasuk sistem permainan yang menggunakan batu domino dan target permainan 101.

Turnamen Orado tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penyelenggaraan kompetisi domino di lingkungan perguruan tinggi.

Moko berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan ke depannya melibatkan peserta dari berbagai universitas.

“Harapan saya, event ini bisa terus diadakan setiap tahun dan pesertanya bisa antarkampus,” ucapnya.

Moko menambahkan, meski persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat, pelaksanaan turnamen berjalan sesuai dengan rencana panitia.

Perlu diketahui, acara ini didukung penuh oleh John LBF selaku Ketua Bidang Humas PB Orado dan musisi sekaligus penyanyi Anji sebagai Brand Ambassador acara tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....