Belajar dari Kehidupan Pesisir, Jurnalis Cilik Mengabadikan Wajah Cilincing
- 20 Jul 2026 00:13 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Sore itu, gang-gang sempit di pesisir Cilincing dipenuhi langkah-langkah kecil yang membawa rasa ingin tahu. Bukan untuk bermain seperti biasanya, melainkan untuk berburu cerita.
Di tangan mereka tak lagi sekadar gawai atau kamera sederhana, tetapi juga bekal pengetahuan yang selama dua bulan terakhir dipelajari di Kelas Jurnalis Cilik 9.
Setelah mengenal dasar-dasar dunia jurnalistik, mulai dari teknik 5W+1H, menulis berita, memahami fotografi, hingga bagaimana menghargai sebuah peristiwa, kini saatnya anak-anak turun langsung ke lapangan.
Dengan didampingi kakak-kakak pendamping, mereka mulai mengeksplorasi kampung halamannya melalui lensa dan sudut pandang khas anak-anak.
Menurul Azkiya salah satu pendamping anak-anak, setiap sudut kampung menjadi ruang belajar yang hidup. Seorang pedagang ikan yang sedang menata hasil tangkapan, anak-anak yang bermain di depan rumah, nelayan yang baru kembali dari laut, hingga senyum warga yang menyambut mereka, semuanya menjadi objek yang layak direkam.
"Mereka belajar bahwa sebuah foto bukan sekadar gambar, melainkan kisah yang mampu berbicara tanpa kata, " ujar AKiya saat ditemui RRI Jakarta, Minggu 19 Juli 2026.
Dalam perburuan foto perdana ini, anak-anak tampak antusias berdiskusi sebelum menekan tombol kamera. Mereka saling bertanya, memilih sudut terbaik, dan mencoba menangkap momen yang menurut mereka paling bermakna.
Semen tara Mul salah satu mengorbankan Jurnalis Cilik menjelaskan bahwa kakak pendamping tak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghormati narasumber, meminta izin, dan menyampaikan cerita dengan jujur.
"Sebelum mereka merekam mereka harus berkenalan dan meminta ijin terlebih dahulu sebelum memotret, hal ini mengajarkan etika ketika berada di ruang publik, " ujar Mul.
Bagi sebagian besar peserta, ini adalah pengalaman pertama melihat kampungnya dengan cara yang berbeda. Tempat yang selama ini mereka anggap biasa ternyata menyimpan banyak cerita tentang kerja keras, kebersamaan, dan harapan. Mereka mulai menyadari bahwa kampung pesisir Cilincing memiliki wajah yang indah untuk dikenalkan kepada dunia.
Program hunting foto ini menjadi langkah awal menuju proses kreatif berikutnya. Dalam beberapa bulan ke depan, hasil karya mereka akan dipilih, disusun, dan dipersiapkan untuk dipamerkan kepada publik sebagai bukti bahwa anak-anak juga mampu menjadi saksi sekaligus pencerita kehidupan di lingkungan mereka sendiri.
Kelas Jurnalis Cilik bukan hanya mengajarkan cara memotret atau menulis berita. Lebih dari itu, kelas ini menumbuhkan keberanian untuk bertanya, kepekaan untuk melihat, dan kepedulian terhadap kehidupan di sekitar.
Dari pesisir Cilincing, lahir generasi kecil yang belajar merekam Indonesia sejak dini—satu foto, satu cerita, dan satu harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....