Museum Bahari Jadi Ruang Suara Perempuan Muara Angke Melalui Pameran Fotografi
- 05 Jul 2026 09:19 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta – Kisah kehidupan perempuan pesisir Muara Angke hadir dalam sebuah pameran fotografi bertajuk "Suara dari Muara", yang mengajak masyarakat melihat langsung realitas sosial dan lingkungan dari sudut pandang mereka. Melalui pendekatan Photovoice, para perempuan Muara Angke menjadi pencerita utama yang menyampaikan pengalaman, harapan, dan tantangan hidup mereka lewat karya fotografi.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi Georgetown University School of Foreign Service (SFS) Asia Pacific, para seniman Institut Kesenian Jakarta (IKJ), serta Climate Reality Indonesia, bersama berbagai mitra dan kolaborator. Inisiatif ini bertujuan membuka ruang dialog mengenai isu-isu sosial, perubahan iklim, dan kehidupan masyarakat pesisir melalui kekuatan seni visual.
Tak hanya menampilkan foto-foto karya perempuan Muara Angke, pengunjung juga dapat menikmati karya para seniman IKJ serta dokumentasi visual dari Climate Reality Indonesia yang memperkaya perspektif mengenai hubungan manusia, lingkungan, dan perubahan iklim.
Acara pembukaan pameran akan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 16.30 WIB di Museum Bahari, Jakarta. Suasana pembukaan akan dikemas lebih hangat melalui Pesta Rakyat, yang menghadirkan aneka jajanan dan makanan gratis bagi pengunjung.
Momen tersebut juga menjadi kesempatan istimewa bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan para perempuan Muara Angke, mendengarkan cerita di balik setiap karya, serta memahami lebih dekat kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting wajah Jakarta.
Pameran "Suara dari Muara" akan berlangsung hingga 31 Juli 2026 dan terbuka untuk umum. Melalui karya-karya yang dipamerkan, penyelenggara berharap seni fotografi tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga jembatan yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan.
Sebagai bagian dari perjalanan program Through the Lens, pameran ini menjadi bukti bahwa kamera dapat menjadi alat pemberdayaan, menghadirkan suara yang selama ini jarang terdengar, sekaligus mengajak publik untuk melihat Muara Angke dari sudut pandang para perempuan yang hidup, tumbuh, dan berjuang di dalamnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....