Menkomdigi Dukung Jurnalis Cilik Lindungi Anak di Ruang Digital

  • 26 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, resmi membuka pameran foto jurnalistik bertajuk "Perisai Tunas" di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, pada Kamis, 25 Juni 2026. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak digital melalui karya jurnalistik visual sekaligus mendorong peningkatan literasi digital bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Meutya mengapresiasi Lembaga Kantor Berita Nasional Antara yang menghadirkan pameran bertema perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, karya foto jurnalistik mampu menyampaikan pesan yang kuat mengenai berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak ketika berinteraksi dengan teknologi digital.

"Pameran ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 mengenai pelindungan anak di platform digital. Melalui foto, kita bisa menangkap semangat dan pesan penting mengenai bahaya adiksi serta risiko platform digital bagi anak-anak," ujar Meutya.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran di ruang digital. Pemerintah juga terus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui penguatan literasi digital sejak usia dini agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Selain membuka pameran, Meutya memberikan perhatian terhadap program Jurnalis Cilik yang dikembangkan di Cilincing, Jakarta Utara. Program tersebut melibatkan pelajar mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas untuk mempelajari dasar-dasar jurnalistik, fotografi, dan literasi media.

Menurut Meutya, program tersebut merupakan bentuk perlindungan yang bersifat proaktif. "Saya sangat mendukung kegiatan Jurnalis Cilik di Cilincing. Dengan membekali mereka keterampilan jurnalistik dan literasi digital sejak dini, kita sedang membangun benteng pertahanan bagi anak-anak kita agar mereka kritis terhadap informasi dan bijak menggunakan teknologi," ucapnya.

Meutya menambahkan Indonesia kini menjadi salah satu negara yang menerapkan pendekatan berbasis risiko dalam mengatur platform digital. Ia mengatakan pendekatan tersebut mulai mendapat perhatian dan diikuti oleh sejumlah negara lain, termasuk Australia dan Uni Emirat Arab.

Ia berharap sinergi antara regulasi pemerintah, media massa, komunitas, serta dunia pendidikan dapat memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia yang sehat secara mental maupun kognitif.

Pameran "Perisai Tunas" menampilkan sebanyak 65 karya foto jurnalistik yang telah melalui proses kurasi. Foto-foto tersebut menggambarkan kehidupan anak-anak di tengah perkembangan teknologi sekaligus mengajak masyarakat, orang tua, pendidik, dan penyedia platform digital untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.

"Perjuangan ini harus terus kita suarakan. Dari Cilincing hingga seluruh pelosok negeri, kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan identitas yang kuat dan terlindungi dari konten negatif," kata Meutya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....