Sosok Aida, Pelajar Berprestasi di Jakarta Temukan Jati Diri di Seni Pantomim
- 22 Jun 2026 14:39 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Di balik riasan wajah putih yang ekspresif, tersimpan gairah seni yang luar biasa dari seorang remaja berbakat bernama Aida Nandara Oktaviani. Siswi kelas 2 SMP berusia 15 tahun ini telah membuktikan bahwa keterbatasan kata-kata dalam seni pantomim justru menjadi ruang tanpa batas untuk berimajinasi dan mengukir prestasi.
Perjalanan Aida di dunia pantomim dimulai secara tak sengaja saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kala itu, gurunya mengajak Aida untuk mengikuti ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
“Awalnya aku nggak tahu pantomim itu apa. Tiba-tiba pas mau pulang sekolah disuruh latihan. Pas aku tanya latihan apa, ternyata pantomim buat lomba,” kenang Aida kepada RRI Jakarta, Minggu 21 Juni 2026.
Meski baru mengenal seni ini dalam waktu singkat, Aida berhasil meraih juara kedua dan terus melaju hingga tingkat provinsi.
Sinergi Tari dan Pantomim
Bagi Aida, beralih dari dunia tari (dancer) ke pantomim bukanlah hal yang mustahil. Justru, latar belakangnya sebagai penari sangat membantu dalam penguasaan gerak tubuh dan kelenturan.
“Awalnya memang malu harus dandan seperti ini. Tapi karena aku juga dancer, gerakan pantomim itu terasa mirip dengan gerakan dance, jadi aku merasa cocok dan suka mencoba hal baru,” tambahnya.
Dalam proses kreatifnya, Aida dibimbing oleh pelatih profesional, Kak Amar. Metode latihannya pun cukup unik; Aida harus memahami narasi cerita secara mendalam terlebih dahulu sebelum diterjemahkan ke dalam gerakan. “Kak Amar menjelaskan ceritanya dari awal sampai akhir supaya masuk ke otak dan tubuh aku dulu. Jadi pas tampil, konsepnya sudah di luar kepala,” jelasnya.
Tantangan Menghidupkan Imajinasi
Menjadi seorang pantomim memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Menurut Aida, tantangan terberat adalah bagaimana membuat penonton percaya pada benda atau situasi yang sebenarnya tidak ada (khayalan). Fokus pada ekspresi wajah dan detail gerakan menjadi kunci utama agar cerita tersampaikan tanpa satu patah kata pun.
Tahun ini, Aida dan rekan duetnya mengusung tema "Lautku yang Indah". Melalui gerakan yang detail, mereka berusaha menggambarkan suasana bawah laut dan pentingnya menjaga kelestarian alam kepada para penonton.
Peluang dan Tiket Masa Depan
Seni pantomim tidak hanya memberi Aida kepuasan batin, tetapi juga membuka banyak pintu kesempatan. Melalui hobi ini, Aida memiliki jaringan pertemanan yang luas dengan sesama seniman di berbagai wilayah Jakarta.
Lebih dari itu, prestasi yang diraihnya menjadi bekal berharga untuk masa depan pendidikannya. Sertifikat kejuaraan pantomim yang ia miliki dapat digunakan sebagai jalur prestasi untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMA/SMK).
“Keuntungan ikut pantomim itu banyak, selain dapat teman baru di luar sekolah, sertifikatnya sangat berguna untuk pendidikan kedepannya,” pungkas Aida.
Kisah Aida menjadi bukti bahwa dengan keberanian untuk mencoba hal baru dan dedikasi yang tinggi, seni tradisional dapat menjadi wadah pengembangan diri yang modern dan bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....