Komunitas Pelaut Berlari Satukan Hobi Lari Para Pelaut Indonesia
- 04 Jun 2026 12:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Komunitas Pelaut Berlari menjadi wadah olahraga bagi para pelaut Indonesia yang memiliki hobi berlari secara rutin. Komunitas ini dibentuk untuk mempererat hubungan antarpelaut melalui aktivitas olahraga yang sehat dan mudah dilakukan.
Komunitas yang berdiri pada tahun 2019 tersebut didirikan oleh Veby Senopati Silam. Dalam sebuah obrolan Radio bertajuk Komunitas pada Rabu, 4 Juni 2026, di Pro4 RRI Jakarta, ia menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari kebutuhan para pelaut yang memiliki minat sama di bidang olahraga lari.
“Itu komunitas olahraga lari, memang rata-rata adalah pelaut, lebih signifikan lagi pelaut yang senang lari, makanya namanya Pelaut Berlari. Jadi saya buat komunitas itu, mengumpulkan beberapa pelaut yang memang hobinya lari,” ujar Veby Senopati Silam.
Menurut Veby yang berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, olahraga lari dipilih karena sederhana, mudah dilakukan, serta tidak membutuhkan perlengkapan yang rumit bagi para pelaut yang memiliki mobilitas tinggi. Melalui komunitas ini, para anggota dapat berbagi pengalaman, menyusun latihan bersama, serta menjalin persahabatan lintas daerah.
Saat ini, Komunitas Pelaut Berlari memiliki anggota kurang dari seratus orang dengan latar belakang profesi pelaut yang beragam. Para anggota biasanya berkumpul ketika mengikuti ajang lari besar atau menggelar kegiatan silaturahmi tahunan.
Selain menjadi wadah kebersamaan, komunitas ini juga mencatat prestasi membanggakan dari salah satu pendirinya. Veby berhasil menyelesaikan lomba ultra maraton Binloop Ultra sejauh 200 kilometer pada tahun 2024, yang mengantarkannya meraih Rekor Museum Rekor Indonesia sebagai pelaut niaga pertama yang menyelesaikan jarak tersebut.
“Satu pencapaian buat saya, sekali seumur hidup. Ternyata saya bisa juga berprestasi di bidang lari ini,” ujar Veby.
Ia mengatakan tantangan terbesar dalam lomba tersebut adalah kejenuhan, perubahan cuaca, serta kondisi fisik yang menurun. Namun, ia tetap mengatur waktu istirahat, mengganti sepatu secara berkala, serta menjaga ritme lari agar tetap konsisten hingga garis akhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....