Fenomena Blind Box: Seru Dikoleksi, tapi Ada Sisi Gelapnya juga

  • 31 Mei 2026 19:06 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Selain berdampak pada kesehatan mental, produksi figur dan kemasan blind box berbahan plastik berbasis fosil juga berkontribusi terhadap peningkatan limbah dan masalah lingkungan.
  • lind Box Memicu Efek Psikologis Mirip Judi, dimana sistem hadiah acak (variable reward) membuat kolektor terus penasaran dan terdorong membeli lagi demi mendapatkan karakter yang diinginkan.
  • Fenomena blind box berkembang menjadi tren global bernilai ratusan triliun rupiah, didorong oleh media sosial dan budaya unboxing yang membuat banyak orang tergoda untuk terus membeli.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tren mengoleksi blind box semakin populer di berbagai kalangan, terutama generasi muda. Karakter-karakter lucu seperti Labubu, Sonny Angel, hingga Smiski kerap menghiasi linimasa media sosial melalui konten unboxing yang menarik perhatian jutaan pengguna.

Lia Kusumawardani, penyiar RRI Jazz Channel (Foto: Ist)

Fenomena ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam program JazzyVibes di RRI Jazz Channel bersama Lia Kusumawardani, Sabtu 30 Mei 2026. Dalam perbincangan tersebut, dibahas bagaimana blind box tidak lagi sekadar menjadi mainan koleksi, tetapi telah berkembang menjadi fenomena budaya global yang memiliki dampak psikologis dan lingkungan.

Berdasarkan berbagai laporan internasional yang dikutip oleh National Geographic Indonesia, pasar global blind box mengalami pertumbuhan pesat dan nilainya mencapai ratusan triliun rupiah pada 2024. Popularitasnya semakin meningkat seiring maraknya video unboxing di media sosial yang menampilkan ekspresi antusias para kolektor saat membuka kotak misterius.

Daya tarik utama blind box terletak pada unsur kejutan. Pembeli tidak mengetahui karakter apa yang akan diperoleh hingga kemasan dibuka. Mekanisme ini dikenal sebagai variable reward, yaitu sistem imbalan yang tidak dapat diprediksi dan mampu memicu pelepasan dopamin di otak.

Kondisi tersebut menciptakan sensasi penasaran dan antisipasi yang tinggi. Saat memperoleh karakter yang diinginkan, muncul rasa puas dan bahagia. Namun ketika hasilnya tidak sesuai harapan, banyak orang terdorong untuk membeli kembali dengan harapan memperoleh koleksi yang dicari.

Fenomena ini dinilai memiliki kemiripan dengan mekanisme psikologis yang ditemukan pada perilaku perjudian. Seseorang dapat terjebak dalam keyakinan bahwa kegagalan sebelumnya akan meningkatkan peluang keberhasilan pada percobaan berikutnya, meskipun secara statistik peluang tersebut tetap sama.

Selain berdampak pada aspek psikologis, tren blind box juga menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan. Sebagian besar figur koleksi diproduksi menggunakan bahan PVC dan polyester yang berasal dari bahan bakar fosil. Di sisi lain, kemasan plastik berlapis yang digunakan untuk menjaga unsur kejutan turut menambah volume sampah yang sulit terurai.

Tidak sedikit kolektor yang membeli dalam jumlah besar untuk mendapatkan satu karakter tertentu. Akibatnya, figur yang tidak diinginkan sering kali berakhir menjadi barang tak terpakai atau limbah tambahan.

Meski demikian, blind box tetap dapat dinikmati sebagai bentuk hiburan dan hobi selama dilakukan secara bijak. Kesadaran untuk mengatur pengeluaran, menghindari pembelian impulsif, serta mempertimbangkan dampak lingkungan menjadi langkah penting agar tren ini tidak berubah menjadi kebiasaan yang merugikan.

Melalui pembahasan ini, JazzyVibes mengajak pendengar untuk melihat fenomena blind box dari sudut pandang yang lebih luas. Di balik desain karakter yang menggemaskan dan sensasi kejutan yang menyenangkan, terdapat aspek kesehatan mental dan keberlanjutan lingkungan yang patut menjadi perhatian bersama.

JazzyVibes hadir setiap Sabtu malam pukul 21.00–24.00 WIB bersama Lia Kusumawardani. Program ini dapat didengarkan melalui 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta serta aplikasi resmi RRI Digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....