Panasonic Beri Wadah Seniman Difabel Berkarya melalui Art With Heart

  • 22 Mei 2026 00:07 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Panasonic Gobel Group kembali memberi wadah bagi seniman difabel untuk berkarya melalui program Art with Heart pada 21-24 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan membuka akses lebih luas bagi seniman difabel untuk terhubung dengan dunia seni profesional dan pasar.

Direktur PT Panasonic Gobel, Arif Rachmat Gobel mengatakan, memasuki tahun ketiga, kegiatan ini mengangkat tema 'KAMI', dalam budaya Indonesia mempunyai makna dua orang atau lebih yang secara bersama akan melibatkan diri untuk melakukan suatu aktivitas. Sedangkan dalam budaya Jepang dapat berarti spirit yang berada di alam dan lingkungan keluarga, sebagai bentuk energi positif yang mendorong setiap insan untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.

"Melalui program ini, kami mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujar Arif usai membuka acara Art with Heart di Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026.

Direktur PT Panasonic Gobel, Arif Rachmat Gobel

Arif menjelaskan, program ini menjadi ruang tumbuh bagi seniman difabel untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemandirian serta memperluas peran mereka di tengah masyarakat. Setiap karya yang dihasilkan mencerminkan bagaimana seni dapat menjadi sarana pemberdayaan yang melampaui berbagai keterbatasan.

"Sejak diluncurkan pada 2023, Art with Heart terus berkembang. Program ini diawali dengan pameran dan lelang karya seniman difabel bersama seniman ternama sebagai upaya memperluas eksposur publik. Pada 2025, program berlanjut pada pengembangan kapasitas melalui kolaborasi berkarya pada produk elektronik dengan seniman senior yang berperan sebagai mentor," katanya.

Tahun ini, Art with Heart hadir kembali dengan dua kegiatan utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional, dengan menampilkan contoh kerja sama yang telah berhasil, guna mendorong peluang kolaborasi yang lebih luas.

Kedua, art fair berupa charity sale yang menampilkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang pendapatan bagi seniman sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap fine art di Indonesia.

"Sebagian hasil penjualan akan didedikasikan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat," ucap Arif Rachmat Gobel.

Selain dua kegiatan utama diatas, Panasonic-Gobel juga menyajikan berbagai aktifitas kreatif bagi pengunjung berupa tote bag painting dan social media challenge berhadiah souvenir bertemakan Art with Heart.

Kurator pameran 'KAMI' Art with Heart, Ina Silas menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, inklusivitas bukan hanya nilai sosial, tapi bagian dari cara membangun masyarakat yang menghargai kesetaraan secara berkelanjutan. Ketika individu difabel diberikan akses dan kepercayaan untuk berkarya, mereka tidak hanya menciptakan seni, tetapi juga menghadirkan nilai dan inspirasi bagi masyarakat.

"Seni rupa Indonesia telah mendapatkan banyak apresiasi di berbagai event seni internasional. Saya berharap karya seni rupa seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan apresiasi yang sama dari masyarakat dan pecinta seni, serta semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair," ujar Ina.

Menurutnya, eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-Gobel, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka.

M. Arif Rachmat Gobel menambahkan, seni bisa menjadi jembatan menuju kemandirian. Program ini bertujuan menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar.

Sebagai bagian dari perjalanan 70 tahun di Indonesia, Panasonic Gobel Group terus berupaya menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada dampak sosial. Art with Heart menjadi bukti bahwa inklusivitas dan bisnis dapat berjalan beriringan, serta seni mampu menghadirkan perubahan yang bermakna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....