Kidzsmile Foundation Dampingi Tumbuh Kembang Anak Indonesia
- 20 Mei 2026 20:52 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kidzsmile Foundation lahir dari pengalaman relawan Tsunami Aceh 2004 dan resmi berdiri pada 23 Juli 2009 (Hari Anak Nasional) dengan nama hukum Yayasan Senyum Anak Indonesia.
- Program unggulannya meliputi pendampingan anak, edukasi kesehatan, pemberian makanan bayi dan anak, terapi korban kekerasan, hingga shelter ramah ibu dan anak di daerah bencana.
- Komunitas ini terbuka untuk siapa saja dengan tiga jalur keterlibatan (relawan ahli, relawan umum, sahabat Kidzsmile) dan informasi dapat diakses melalui Instagram @kidzsmile.id.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sekelompok mahasiswa asal Bandung mendirikan Kidzsmile Foundation sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi anak Indonesia pasca tragedi Tsunami Aceh tahun 2004. Organisasi ini resmi menetapkan tanggal 23 Juli 2009 sebagai hari lahir, bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Pada 25 Juni 2010, yayasan ini disahkan secara hukum dengan nama Yayasan Senyum Anak Indonesia.
Ketua Kidzsmile Foundation Idzma Mahayattika memaparkan visi misi organisasi dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 FM Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026. Idzma menjelaskan bahwa pihaknya memiliki visi membantu optimalisasi tumbuh kembang anak Indonesia melalui berbagai program sosial dan pendidikan. "Kami mempunyai visi membantu optimalisasi tumbuh kembang anak Indonesia," ujar Idzma.

Saat ini, Kidzsmile Foundation memiliki sekitar lima belas orang pengurus inti yang didukung oleh relawan dari berbagai kota di Indonesia. Seluruh program sosial dan pendidikan dikerjakan bersama relawan serta tenaga ahli berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. (Foto: Dok. Kidzsmile Foundation)
Kidzsmile Foundation menjalankan beragam program pendampingan anak, pendidikan komunitas, hingga program kebencanaan bertajuk AKU SIAP. Program tersebut meliputi pemberian makanan bayi dan anak, edukasi kesehatan, perlindungan anak, serta terapi dan psikoterapi korban kekerasan. Idzma menambahkan bahwa organisasi ini juga mengadakan pelatihan guru kreatif, konseling orang tua, serta pembangunan shelter ramah ibu dan anak di daerah bencana.
Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan dan dikerjakan bersama relawan serta tenaga ahli. Idzma menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi kunci agar setiap intervensi tepat sasaran. "Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan dan dikerjakan bersama para relawan serta tenaga ahli," ucap Idzma.
Kidzsmile Foundation didirikan oleh empat tokoh muda, yaitu Idzma Mahayattika, Melina Lestari, Fita Muslimah Saadiyah, dan Lintang Dwi Febridiani. Keprihatinan terhadap persoalan pendidikan, kesehatan, gizi, dan lingkungan menjadi alasan utama berdirinya komunitas ini. Kegiatan awal dimulai dari Rumah Senyum di kawasan Dago Pojok, Bandung, sebelum pusat aktivitas berpindah ke Jakarta Timur seiring berkembangnya jaringan relawan.
Saat ini, Kidzsmile Foundation memiliki sekitar 15 orang pengurus inti yang didukung oleh relawan dari berbagai kota di Indonesia. Keterlibatan dalam komunitas terbagi menjadi relawan ahli, relawan umum, dan sahabat Kidzsmile yang terdiri dari donatur maupun masyarakat umum. Komunitas ini terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat membantu anak-anak Indonesia dan bersedia menjalankan nilai-nilai kemanusiaan.
Di balik berbagai tantangan dan keterbatasan sumber daya, Kidzsmile Foundation terus melangkah membawa harapan bagi anak-anak Indonesia. Kebahagiaan terbesar bagi para relawan adalah melihat senyum anak-anak serta rasa lega orang tua yang mendapatkan bantuan. Tim Kidzsmile Foundation berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk mendukung program-program sosial dan kemanusiaan mereka. "Harapan kami, semakin banyak orang terlibat membantu anak Indonesia dan mendukung program-program Kidzsmile Foundation, sehingga kami bisa memberikan kebermanfaatan yang lebih besar," ujar tim Kidzsmile Foundation.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....