Sanggar Tari Nuri Assalam, Menjaga Budaya dan Membentuk Karakter Generasi Muda

  • 13 Mei 2026 21:12 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Sanggar Tari Nuri Assalam hadir sebagai ruang pembinaan seni yang mengedepankan nilai budaya, kedisiplinan, dan pembentukan karakter generasi muda
  • Sanggar Tari Nuri Assalam terus tumbuh dan menjadi rumah belajar yang membawa manfaat bagi banyak anak

RRI.CO.ID - Jakarta Sanggar Tari Nuri Assalam hadir sebagai ruang pembinaan seni yang mengedepankan nilai budaya, kedisiplinan, dan pembentukan karakter generasi muda. Sanggar yang berlokasi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat ini mulai dirintis pada 10 Februari 2022 dan resmi membuka kegiatan latihan pada 12 Februari 2022. Nama “Nuri Assalam” sendiri memiliki makna mendalam, yakni perpaduan antara keceriaan, kebebasan berekspresi, serta nilai kedamaian yang menjadi semangat utama dalam setiap kegiatan sanggar.

Sanggar ini didirikan oleh Ibu Nuriah (46 tahun) yang memiliki kepedulian besar terhadap pentingnya wadah positif bagi anak-anak dan remaja. Berawal dari keinginan untuk menghadirkan ruang kreatif yang bermanfaat, Sanggar Tari Nuri Assalam kini berkembang menjadi tempat belajar seni tari sekaligus pembinaan karakter. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai menari, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, percaya diri, dan mampu bekerja sama,” ujar Nuriah.

Nuriah pendiri Sanggar Tari Nuri Assalam menyampaikan di saat wawancara di Obrolan Komunitas, Selasa, 12 Mei 2026, melalui sambungan telp perihal sanggar tari uang didirikannya.

"Saat ini, Sanggar Tari Nuri Assalam yang saya dirikan memiliki 62 anggota, yang terdiri dari anak-anak hingga remaja, sistem keanggotaannya terbuka bagi siapa saja yang minat belajar tari dan bersedia mengikuti latihan secara rutin", ujar. Nuriah.

Kegiatan latihan dilaksanakan setiap Sabtu pukul 14.00–16.00 WIB dan Minggu pukul 09.00–11.00 WIB. Dalam proses pembinaannya, sanggar didukung oleh para pelatih muda, yakni Rida Auliannisa untuk kelas A dan Ratu Indah Khuzaemah untuk kelas B, serta tim pengelola yang turut menjaga jalannya kegiatan secara konsisten.

Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas dan pendanaan, semangat para pengurus dan peserta tetap terjaga. (Foto : Nuriah)

Dalam menentukan konsep kegiatan, sanggar menerapkan sistem kolaboratif antara pembina, pelatih, dan wali murid. Berbagai agenda seperti evaluasi, lomba, hingga kegiatan tahunan dibahas bersama agar program berjalan sesuai kebutuhan peserta. Sanggar juga aktif mengikuti berbagai kegiatan seni budaya, termasuk pentas masyarakat, festival seni, hingga acara Lebaran Betawi. Dari berbagai partisipasi tersebut, Sanggar Tari Nuri Assalam berhasil memperoleh sejumlah piagam dan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam melestarikan seni budaya.

Meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas dan pendanaan, semangat para pengurus dan peserta tetap terjaga. Bagi Sanggar Tari Nuri Assalam, kebahagiaan terbesar adalah melihat perkembangan anak-anak yang awalnya pemalu menjadi berani tampil di depan umum. Ke depan, sanggar berharap dapat memperluas jaringan kerja sama, meningkatkan kualitas karya tari, serta terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang kreatif dan berkarakter melalui seni budaya. “Kami ingin Sanggar Tari Nuri Assalam terus tumbuh dan menjadi rumah belajar yang membawa manfaat bagi banyak anak,” tutup Nuriah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....