Pramu Widagdo Surachman Deklarasikan BLF Komunitas Moge

  • 04 Mei 2026 13:40 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Blood Lines Familia (BLF), komunitas motor besar berbasis Harley-Davidson, resmi diperkenalkan sebagai wadah baru bagi bikers dengan fokus pada nilai persaudaraan dan loyalitas.
  • BLF mengusung filosofi “one patch” yang menekankan kesetiaan pada satu klub, dengan seleksi anggota ketat untuk menjaga kualitas dan solidaritas, bukan sekadar jumlah.
  • Selain otomotif, BLF juga menjalankan kegiatan sosial seperti pembangunan perpustakaan dan program berbagi, serta berkomitmen pada keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas motor besar berbasis Harley-Davidson, Blood Lines Familia (BLF) resmi diperkenalkan kepada publik di Sukabumi, sebagai wadah baru bagi para pecinta moge yang mengedepankan loyalitas dan persaudaraan.

Peresmian komunitas ini menjadi momentum penting dalam perkembangan dunia otomotif, khususnya di wilayah Sukabumi, sekaligus menegaskan eksistensi BLF sebagai klub yang membawa nilai berbeda dibandingkan komunitas motor lainnya.

Ketua Umum Blood Lines Familia, Pramu Widagdo Surachman, mengatakan kehadiran BLF bukan sekadar menambah jumlah komunitas motor besar, melainkan menjadi simbol terbentuknya keluarga baru di kalangan bikers. Ia menyebutkan, komunitas ini lahir dari semangat kebersamaan yang kuat di antara para anggota.

“Komunitas ini lahir untuk membentuk rasa persaudaraan yang erat di antara para bikers dengan menjunjung ‘one patch’ sebagai satu keluarga yang berjalan beriringan bersama dan saling membangun,” ujar Pramu dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya, momentum peresmian yang digelar pada 25 April 2026 dipilih sebagai langkah awal untuk memperkenalkan BLF kepada masyarakat luas. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tergolong komunitas baru, BLF diisi oleh banyak wajah lama yang telah berpengalaman di dunia otomotif, sehingga diharapkan mampu menjadi wadah yang solid dan terpercaya.

“Ini adalah pengenalan ke publik bahwa kami hadir sebagai komunitas baru, tetapi dengan banyak muka lama yang siap menjadi keluarga baru bagi para bikers yang serius dan setia terhadap satu club,” kata Pramu menjelaskan.

Berbeda dengan komunitas motor besar lainnya, BLF mengusung konsep “one patch” yang menekankan loyalitas penuh terhadap satu klub, namun tetap membuka ruang bagi anggotanya untuk berinteraksi dengan komunitas lain. Filosofi ini menjadi identitas utama BLF dalam membangun jaringan yang luas tanpa kehilangan jati diri.

Saat ini, BLF telah memiliki sekitar 100 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Namun, Pramu menegaskan bahwa pihaknya tidak mengejar kuantitas semata, melainkan lebih mengutamakan kualitas dan loyalitas anggota.

“BLF tidak menginginkan member yang banyak tetapi tidak loyal. Kami melakukan seleksi agar anggota yang bergabung benar-benar sejalan dengan nilai ‘one patch’,” ucapnya.

Sebagai organisasi resmi, BLF juga memiliki struktur kepengurusan yang terdiri dari ketua umum, para presidente dari berbagai chapter, serta life members yang menjadi bagian inti komunitas.

Tidak hanya fokus pada kegiatan otomotif, BLF juga aktif dalam kegiatan sosial. Di antaranya pembangunan perpustakaan di Sukabumi serta kegiatan berbagi di bulan Ramadan. Hal ini menjadi bukti bahwa komunitas motor besar juga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Iya, kami memiliki kegiatan sosial seperti pembangunan perpustakaan dan program BLF berbagi. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai komunitas, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Pramu.

Dalam hal keselamatan berkendara, BLF menunjukkan komitmen kuat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Komunitas ini bahkan melakukan pendataan kapasitas mesin motor serta mendorong anggotanya untuk memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang sesuai.

“Kami sangat menghargai peraturan yang ada. Taati semua rambu lalu lintas dan jangan arogan, karena jalanan milik semua orang,” ujarnya. Lebih jauh, Pramu juga menyoroti besarnya minat masyarakat terhadap motor besar seperti Harley-Davidson. Ia menilai, daya tarik moge tidak hanya terletak pada performa, tetapi juga pada nilai estetika dan karakter suara khas yang mudah dikenali.

“Minat masyarakat sangat besar, karena tampilannya klasik, tahan lama, dan suara knalpotnya sangat khas,” kata Pramu menjelaskan. Ke depan, BLF berencana memperluas jangkauan dengan mendeklarasikan chapter di berbagai wilayah serta menggelar berbagai event dan touring. Selain itu, komunitas ini juga akan merilis merchandise resmi dengan harga terjangkau sebagai bagian dari penguatan identitas.

Sebagai penutup, Pramu menegaskan bahwa BLF bukan sekadar komunitas, melainkan sebuah keluarga yang memiliki norma dan tujuan bersama. “Bukan sekadar komunitas, melainkan sebuah keluarga yang di dalamnya terdapat norma-norma yang harus dipatuhi untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia pun merangkum pesan utama dari peresmian komunitas ini dalam satu kalimat yang menjadi semboyan BLF: “ONE BLOOD, ONE LINES, ONE FAMILY, We Are BLF.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....