Jihan Falisha Siap Menang, Siap Kalah
- 27 Apr 2026 13:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO .ID, Jakarta : Bulan April menjadi bulan yang sangat sibuk sekaligus berkesan bagi model cilik berbakat, Jihan Falisha. Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, Jihan menunjukkan semangat luar biasa dengan mengikuti enam kali perlombaan fashion show di berbagai tempat. Bagi Jihan, setiap ajang bukan hanya soal piala, tetapi juga tentang pengalaman, keberanian, dan belajar menjadi pribadi yang lebih kuat.
Pada pekan pertama April, Jihan membuka perjuangannya dengan mengikuti lomba fashion show bertema Batik Casual kategori usia 7-12 tahun yang digelar di Depok Town Square. Dalam kompetisi tersebut, Jihan tampil percaya diri dan berhasil meraih gelar Harapan 1. Meski belum menjadi juara utama, hasil itu menjadi awal yang manis untuk langkah berikutnya.
Keesokan harinya, masih di tempat yang sama, Jihan kembali tampil dalam lomba bertema Jeans Casual yang diselenggarakan oleh D’ Art. Dengan penampilan santai namun penuh gaya, Jihan sukses mencuri perhatian para juri dan berhasil menyabet gelar Runner Up atau Juara Kedua. Prestasi ini semakin menambah kepercayaan dirinya di dunia modeling anak.

Memasuki minggu kedua, Jihan kembali mengasah kemampuan dengan mengikuti lomba bertema Profesi. Kali ini ia tampil gagah mengenakan kostum Army dari The Kostum. Sayangnya, Jihan harus menerima kekalahan karena terkena overtime atau melebihi batas waktu penampilan. Namun di balik kegagalan itu, tersimpan pelajaran penting untuk lebih teliti membaca aturan perlombaan.
“Penampilannya spektakuler dan luar biasa. Dia begitu bagus membawakan busana, catwalk-nya keren. Kalau tidak overtime, Jihan bisa Juara Pertama,” ujar Kak Reza selaku penyelenggara acara. Pujian tersebut menjadi suntikan semangat bahwa kemampuan Jihan sudah berada di jalur yang tepat.
Meski sempat sedih, Jihan tidak larut dalam kekecewaan. Dengan polos dan penuh ketulusan, ia mengaku tetap berusaha tegar. “Aku sedih, sudah capek latihan tapi nggak menang. Tapi aku nggak menyalahkan siapa-siapa. Aku ambil pelajarannya dan tetap semangat,” ungkap model cilik tersebut. Sikap dewasa Jihan pun menuai apresiasi dari banyak orang.
Keesokan harinya, bertepatan dengan momen Hari Kartini, Jihan kembali mencoba peruntungan dalam lomba bertema Baju Adat Daerah di Ciplaz Cengkareng. Dengan penuh percaya diri, ia mengenakan busana adat Bali dari The Kostum. Penampilannya yang memukau berhasil mengalahkan para peserta lain dan membawa pulang gelar Juara Pertama.

Pada minggu ketiga, Jihan kembali tampil dalam ajang Fashion Show Baju Daerah and Tell yang digelar EF CCM. Kali ini ia mengenakan Kebaya Encim Betawi. Meski merasa sudah tampil maksimal, hasil penilaian juri berkata lain dan Jihan belum berhasil membawa pulang gelar juara. Air mata sempat terlihat, namun sang ibu dengan penuh kasih memberi penguatan.
“Kalau kita lomba harus siap menang dan juga siap kalah. Itulah perlombaan, pasti ada menang dan kalah. Penilaian juri tidak selalu sama, karena juri juga manusia,” ujar Ocha, orang tua Jihan. Nasihat itu menjadi bekal berharga bagi Jihan untuk terus tumbuh menjadi anak yang kuat dan rendah hati.
Menutup bulan April, Jihan kembali menunjukkan kualitasnya. Pada Sabtu, 25 April, ia mendapat kesempatan tampil bersama Ikatan ECO Print Indonesia dalam ajang ECO Print Fashion Week mengenakan busana Inen Collection dan berjalan sejajar dengan model profesional.
Sebagai hadiah terindah di penghujung bulan, Jihan berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Runway Competition 2 by The Kostum bertema Casual Sporty. Perjalanan Jihan di bulan April membuktikan bahwa kemenangan memang membanggakan, tetapi keberanian untuk bangkit setelah kalah adalah kemenangan yang sesungguhnya. Sebab juara sejati bukan hanya yang sering menang, melainkan yang tak pernah berhenti mencoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....