Bedah Buku Lembang Masa Lalu di Temu Sejarah
- 27 Jan 2026 20:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas Temu Sejarah menjadwalkan diskusi buku ke-100 yang akan mengangkat tema tentang sejarah wilayah Lembang. Acara ini mengulas buku karya Malia Nur Alifa yang berjudul "Lembang Masa Lalu" untuk melihat kembali catatan sejarah di daerah tersebut.
Diskusi ini bertujuan memberikan gambaran mengenai lapisan cerita Lembang dari masa kerajaan hingga mitos yang berkembang di masyarakat. Kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan melalui platform Zoom agar bisa diakses oleh masyarakat luas.
Narasumber Malia Nur Alifa menyebutkan bahwa ulasan dalam buku ini mencakup perjalanan panjang Lembang sejak zaman Pakuan Pajajaran. Ia menjelaskan bahwa memahami masa lalu sangat penting untuk mengambil pelajaran bagi kehidupan saat ini.
“Kita menoleh ke belakang bukan untuk romantisme semata, melainkan agar masa lalu menjadi pelajaran,” ungkap Malia, Selasa, 27 Januari 2026, saat ditanya mengenai visi bukunya. Selain aspek budaya, buku ini juga menyinggung potensi bencana yang ada di wilayah Lembang.
Malia juga menekankan bahwa penulisan sejarah ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat mengenai kondisi lingkungannya sekarang. Menurutnya, informasi sejarah bukan sekadar deretan angka tahun, melainkan alat untuk memahami identitas suatu tempat.
“Sejarah menjadi jalan untuk menumbuhkan kesadaran hari ini,” tutur Malia dalam keterangannya. Penjelasan ini menjadi poin utama yang akan dibedah lebih dalam pada pertemuan virtual tersebut.
Acara ini akan dipandu oleh Melvin Levina sebagai moderator pada hari Kamis, 29 Januari 2026. Pertemuan akan berlangsung pada malam hari, tepatnya mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB.
Panitia membuka akses bagi siapa saja yang ingin bergabung tanpa dipungut biaya atau gratis. Peserta hanya perlu mendaftarkan diri secara mandiri melalui nomor kontak yang sudah disediakan oleh penyelenggara.
Melalui diskusi ini, peserta bisa mendapatkan info mengenai sejarah lokal mulai dari gema puja masa lalu hingga kisah Sangkuriang. Info sejarah seperti ini dinilai penting untuk menambah wawasan kolektif tentang tempat tinggal kita. Kegiatan rutin seperti ini terus dilakukan untuk mendokumentasikan jejak sejarah yang ada di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....